Keramahtamahan Bangsa Indonesia dan Kerjasama Internasional - PPKN SMU Kelas 11

Materi Pembelajaran - Keramahtamahan Bangsa Indonesia dan Kerjasama Internasional

1. Keramahtamahan merupakan salah satu sifat kepribadian bangsa Indonesia. Sifat keramahtamahan adalah sifat perilaku lemah lembut, rendah hati, sopan santun, dan menghormati sesarna. Sifat-sifat terpuji laiirnya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah lapang dada, berjiwa besar, kekeluargaan, tepa salira, tenggang rasa dan suka menolong.

2. Dalam sistem nilai budaya bangsa Indonesia pada hakikatnya konsep hubungan manusia dengan sesamanya bermakna antara lain:
a. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa berhubungan dengan masyarakat sekitarnya.
b. Manusia harus memelihara hubungan baik dengan sesamanya.
c. Selalu berusaha sedapat rnungkin bermusyawarah dan bekerja sama dengan sesamanya.
d. Kehidupan manusia selalu ketergantungan terhadap manusia lainnya.
e. merniliki rasa tanggung jawab akan dirinya, masyarakatnya, bangsa dan negaranya.
f. memiliki rasa tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

ilustrasi

3. Dalarn rangka ikut rnelaksanakan ketertihan dunia yang berdasarkan kernerdekaan, perdarnaian abadi dan keadilan sosial, sebagairnana yang telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 45 alinea IV, maka bangsa Indonesia berusaha dengan sebaik-baiknya, membina dan bekerjasama dengan bangsa lain atas dasar persamaan dan saling menghormati.

4. Kerja sama internasional adalah setiap kerja sama yang dilakukan suatu bangsa/negara dengan bangsa/negara lain. Kerja sama internasional meliputi 3 macam kategori:
a. Berdasarkan jumlah negara yang melakukan kerja sama: bilateral (dua negara) dan multilateral (banyak negara). 
b. Berdasarkan lingkup kawasan: regional dan internasional.
c. Berdasarkan objek kerja sama: bidang politik, ekonorni, sosial budaya, dan hankam.

5. Kepribadian bangsa Indonesia sesuai dengan nilai moral Pancasila, antara lain;
a. percaya kepada din sendiri
b. kasih sayang
c. saling menolong dan gotong royong (kekeluargaan)
d. lapang dada dan suka musyawarah
e. merniliki integritas yang tinggi terhadap keluarga dan lingkungan

6. Landasan kerja sama internasional bagi bangsa Indonesia ialah:
a. landasan idiil: Pancasila, terutama sila kedua, 
b. landasan konstitusional: UUD 1945, Pembukaan UUD 1945 alinea kesatu dan keempat
c. landasan operasional: Tap MPR No. IV! MPR/1999 tentang GBHN, tentang hubungan luar negeri, yaitu:

  • menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang hebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional
  • perjanjian dan kerja sama internasional harus dengan persetujuan tembaga perwakilan rakyat (DPR)
  • meningkatkan kualitas dan kinerja aparatur luar negeri agar mampu melakukan diplomasi pro-aktif yang mendukung citra positif Indonesia di dunia internasional
  • meningkatkan kualitas diplomasi guna mernpercepat pemulihan ekonorni dan pembangunan nasional
  • meningkatkan kesiapan indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan hebas, terutama dalam rnenyongsong pemberlakuan AFTA, APEC, dan WTO
  • Memperluas perjanjian ektradisi dengan negara-negara sahahat serta memperlancar diplomasi dalam upaya melaksanakan ekstradisi bagi penyelesaian perkara pidana
  • rneningkatkan kerja sarna dalarn segala bidang dengan negara tetangga yang berbatasan langsung dan kerja sama kawasan ASEAN untuk memelihara stabilitas, pembangunan, dan kesejahteraan

7. Manfaat kerja sama internasional yang dilakukan antar negara, antara lain:
a. dalam bidang ideologi, akan saling mengh ormati dan tidak saling mempengaruhi
b. dalarn bidang politik, akan saling menghormati sesuai dengan kepribadian bangsanya, untuk Indonesia berdasarkan Pancasila
c. dalam bidang ekonomi, akan terjadi hubungan perdagangan ekspor-impor
d. dalarn bidang sosial budaya, dapat bekerja sama dalam mengatasi pengaruh budaya
e. dalarn bidang hankarn, dapat melaksanakan latihan perang bersama

8. Tujuan Konferensi Asia Afrika:
a. mengusahakan kerja sama negara-negara Asia-Afrika
b. membicarakan rnasalah sosiàl, ekonomi, dan kebudayaan
c. membahas kepentingan khusus bangsa angsa Asia-Afrika, yaitu kolonialisme
d. meninjau kedudukan negara-negara Asia frika

9. Prinsip dasar Dasa Sila Bandung adalah:
a. menghorrnati hak asasi manusia dan kemerdekaan negara lain
b. menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah semua negara
c. tidak melakukan campur tangan urusan dalarn negeri negara lain

10. Prinsip-prinsip yang dikembangkan bangsa Indonesia dalam mengadakan hubungan dengan bangsa lain sesuai dengan politik bebas aktif ialah:
a. Menjalankan politik luar negeri yang damai.
b. Bersahabat dengan segala bangsa atas dasar tidak mencampuri urusan pemerintahan negera lain.
c. Memperkuat sendi-sendi hukurn internasional dan organisasi internasional untuk menjamin perdamaian yang kekal.
d. Berusaha rnemperrnudah jalannya pertukaran pernbayaran internasional.
e. Membantu mewujudkan keadilan sosial internasional.
f. Berusaha membantu perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih terjajah.

11. Manfaat kerja sama antarbangsa/negara lain:
a. di bidang ideologi dan politik: untuk saling rnenghorrnati ideologi dan politik masing masing,
b. di bidang ekonomi: kerja sama yang saling rnenguntungkan dalarn rneningkatkan kesejahteraan ekonomi,
c. di bidang sosial budaya: kerja sama untuk peningkatan budaya termasuk iptek serta rnenanggulangi hal-hal yang merusak nilai budaya bangsa,
d. di bidang hankam: kerja sama dalam rneningkatkan kernampuan pertahanan keamanan.

Daftar Pustaka : Remaja Rosdakarya Bandung