Karakteristik Peserta Didik

Peserta didik itu sebagai manusia dengan segata fitrahnya. Mereka mempunyai perasaan dan pikiran serta keinginan atau aspirasi. Mereka mempunyai kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi seperti pangan, sandang, papan, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, dan kebutuhan untuk mengaktualisasi dirinya (menjadi dirinya sendiri sesuai dengan potensinya). Dalam tahap perkembangannya, siswa SMP/MTs ini berada pada tahap periode perkembangan yang sangat pesat dari segala aspek. Berikut ini disajikan perkembangan yang sangat erat kaitannya dengan Pembelajaran, yaitu perkembangan aspek kognitif, psikomotor, dan afektif.

2.1 Perkembangan Aspek
Menurut Piaget (1970), periode yang dimulai :,ada usia 12 tahun, yaitu yang lebih kurang sama dengan usia siswa SMP, merupakan `period of formal :operation'. Pada usia ini, yang berkembang pada siswa boalah kemampuan berpikir secara simbolis dan bisa memahami sesuatu secara bermakna (meaningfully) tanpa memerlukan objek yang konkret, bahkan objek yang visual. Siswa telah memahami hal-hal yang bersifat imajinatif. Implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia bahwa belajar akan bermakna apabila input (materi pelajaran) sesuai dengan minat dan bakat siswa. Pembelajaran bahasa Indonesia akan berhasil apabila penyusun silabus dan guru mampu menyesuaikan tingkat kesulitan dan variasi input dengan harapan serta karakteristik siswa sehingga motivasi belajar mereka berada pada tingkat maksimal.

Pada tahap perkembangan ini juga berkembang ketujuh kecerdasan dalam Multiple Intelligences yang dikemukakan oleh Gardner (1993), yaitu:

(1) kecerdasan linguistik (kemampuan berbahasa yang fungsional),
(2) kecerdasan logis-matematis (kemampuan berpikir runtut),
(3) kecerdasan musikal (kemampuan menangkap dan menciptakan pola nada dan irama),
(4) kecerdasan spasial (kemampuan membentuk imaji mental tentang realitas),
(5) kecerdasan kinestetik-ragawi (kemampuan menghasilkan gerakan motorik yang halus),
(6) kecerdasan intra-pribadi (kemampuan untuk mengenal diri sendiri dan mengembangkan jati diri),
(7) kecerdasan antarpribadi (kemampuan memahami orang lain). Ketujuh macam kecerdasan ini sesuai dengan karakteristik keilmuan bahasa Indonesia, dan akan dapat berkembang pesat apabila dapat dimanfaatkan oleh guru bahasa Indonesia untuk berlatih mengeksplorasi gejala alam, baik gejala kebendaan maupun gejala kejadian/ peristiwa guna membangun konsep bahasa Indonesia. 



2.2 Perkembangan Aspek Psikomotor
Aspek psikomotor merupakan salah satu aspek yang penting untuk diketahui oleh guru. Perkembangan aspek psikomotor juga melalui beberapa tahap. Tahap-tahap tersebut di antaranya:

1. Tahap kognitif
Tahap ini ditandai dengan adanya gerakan-gerakan yang kaku dan lambat. Hal ini terjadi karena siswa masih dalam taraf belajar untuk mengendalikan gerakan-gerakannya. Dia harus berpikir sebelum melakukan suatu gerakan. Pada tahap ini siswa sering membuat kesalahan dan kadang-kadang terjadi tingkat frustasi yang tinggi.
2. Tahap asosiatif
Pada tahap ini, seorang siswa membutuhkan waktu yang lebih pendekuntukmemikirkan tentang gerakan-gerakannya. Dia mulai dapat mengasosiasikan gerakan yang sedang dipelajari-nya dengan gerakan yang sudah dikenal. Tahap ini masih dalam tahap pertengahan dalam perkembangan psikomotor.

Oleh karena itu, gerakan-gerakan pada tahap ini belum merupakan gerakan-gerakan yang sifatnya otomatis. Pada tahap ini, seorang siswa masih menggunakan pikirannya untuk metakukan suatu gerakan, tetapi waktu yang diperlukan untuk berpikir lebih sedikit dibanding pada waktu dia berada pada tahap kognitif. Karena waktu yang dipertukan untuk berpikir lebih pendek, gerakan-gerakannya sudah mulai tidak kaku.

Daftar Pustaka : GENESINDO