Masyarakat Luar Negeri Sebagai Pelaku Perekonomian Indonesia

Banyaknya kerjasama dalam bidang ekonomi antara Indonesia dengan Negara lain mengakibatkan besarnya peran masyarakat luar negeri sebagai pelaku ekonomi.Kerjasama yang terjalin dengan masyarakat luar negeri tidak hanya pada bidang perdagangan,mekainkan juga dalam hal pertukaran tenaga kerja,penanaman modal,serta pemberian pinjaman dan bantuan.Agar lebih jelas,mari kita simak peran masyarakat luar negeri dalam uraian berikut.

1. Perdagangan 
Indonesia mengekspor rotan ke Kanada dan mengimpor keju dari Belanda. Kegiatan ekspor impor merupakan salah satu bentuk kerjasama perdagangan dengan masyarakat luar negeri. Dengan mengekspor, maka Indonesia akan mendapat tambahan devisa. Dengan mengimpor barang, maka Indonesia akan dapat memenuhi kebutuhannya. Dengan begitu maka perdagangan internasional membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. 

2. Pertukaran Tenaga Kerja 
Pertukaran tenaga kerja antar negara dapat juga menghasilkan penambahan devisa. Seperti yang sering dilakukan Indonesia dengan mengirimkan tenaga kerjanya ke Malaysia, Taiwan, Kuwait, dan Arab Saudi. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki kelebihan akan jumlah tenaga kerja namun tidak didukung dengan jumlah lapangan kerja yang memadai. Meskipun banyak masalah yang berkaitan dengan kondisi tenaga kerja Indonesia di luar negeri, namun menjadi TKI tetap menggiurkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan. Sebaliknya, Indonesia juga mempekerjakan tenaga asing. Mereka yang dibutuhkan biasanya memiliki keahlian dan pengalaman khusus yang dapat diterapkan di Indonesia.

3. Penanaman Modal 
Peran lain dari masyarakat luar negeri adalah dalam hal penanaman modal. Dalam mengelola suatu usaha, masyarakat suatu negara bisa menjalankan usahanya di negara lain dengan cara menanamkan modal. Penanaman modal di negara lain biasanya memiliki tujuan sebagai berikut: 

a. agar dekat dengan bahan baku 
Terjadi apabila penanam modal tidak memiliki bahan baku untuk produksi di negara asalnya. 

b. untuk mendapatkan tenaga kerja dengan harga murah 
Biasanya terjadi pada industri manufaktur yang membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga apabila tenaga kerja yang lebih murah bisa didapat tentunya akan menghemat biaya produksi. 

c. untuk mendekati pasar sehingga mengurangi biaya pengangkutan 
Terjadi apabila perusahaan tersebut memiliki konsumen dalam jumlah yang besar di negara atau wilayah lain. 

Negara tempat investor menanamkan modalnya juga akan mendapat beberapa keuntungan seperti penambahan jumlah lapangan kerja, pengurangan tingkat pengangguran, dan peningkatan aktifitas ekonomi. 

Di Indonesia, banyak perusahaan-perusahaan asing yang menanamkan modalnya. Namun krisis ekonomi yang terjadi di tahun 1998 serta krisis keamanan yang kerap terjadi membawa dampak buruk yang menyebabkan larinya beberapa investor asing dari Indonesia.

4. Pemberian Pinjaman 
Bila suatu negara mengalami masalah ekonomi, biasanya pinjaman luar negeri merupakan salah satu alternatif penyelesaian yang sering diambil. Pinjaman biasanya diberikan oleh negara-negara maju seperti AS dan Jepang maupun lembaga internasional seperti IMF, World Bank, ADB, IDB, dan lainnya. Indonesia sendiri memiliki beberapa negara pendonor yang tergabung dalam CGI (Consultative Group of Indonesia) yang bisa memberikan pinjaman sesuai kebutuhan. Walaupun bisa menyelesaikan masalah, namun jika tidak hati-hati malah akan membawa masalah baru karena tidak mampu membayar bunga dan pokok pinjaman. Akibatnya, bunga pinjaman dibayar dari hasil meminjam lagi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengajukan pinjaman adalah:

- berapa bunga yang harus dibayar dan kapan jatuh temponya 
- untuk apa pinjaman tersebut 
- kategori pinjaman (pinjaman jangka pendek, menengah, panjang) 


5. Pemberian Bantuan 
Bantuan sifatnya tidak harus dikembalikan. Biasanya bantuan diberikan oleh suatu negara kepada negara lain saat negara tersebut mendapatkan musibah seperti bencana alam. Saat terjadi bencana Tsunami di Aceh tahun 2004 lalu, Indonesia mendapatkan banyak bantuan dari berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Australia.

Daftar Pustaka : Erlangga