Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia – Bagian 2

Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia – Bagian 1

C. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran dapat didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru dalam menjalankan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran lebih bersifat prosedural, yaitu berisi tahapan tertentu, sedangkan teknik adalah cara yang digunakan dan bersifat implementatif. Dengan perkataan lain. Metode yang dipilih oleh masing-masing guru dapat saja sama, tetapi implementasinya di kelas akan berbeda. Inilah yang dikenal sebagai teknik.

1. Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi merupakan cara penyampaian pembelajaran dengan memperagakan suatu proses kejadian, seperti proses mendorong atau menarik meja sebagai adanya gaya. Demonstrasi dapat dilakukan oleh peserta didik, atau guru.

2. Metode Diskusi
Diskusi merupakan metode pembelajaran melalui interaksi dalam kelompok. Setiap anggota kelompok bertukar ide tentang sesuatu yang dibicarakan dalam pembelajaran, atau sesuatu yang dijadikan masalah sehingga dapat saling menambah pengetahuan atau pemahaman dari isi pembelajaran.

3. Metode Small Group Work
Metode ini sering disebut metode kerja kelompok kecil, merupakan cara pembelajaran dengan mengorganisasi peserta didik ke dalam kelompok kecil

4. Metode Komunikatif
Metode ini digunakan untuk melatih keterampilan kadar keaktifan partisipasi, dan kreativitas peserta didik untuk menjawab dan mengutarakan ide atau pertanyaan pada pembelajaran.

5. Metode Partisipatori
Metode ini menekankan kepada keberhasilan peserta didik, sedangkan guru hanya sebagai pemandu.

6. Metode Pengamatan
Metode ini ditujukan untuk mengamati sesuatu sebagai materi dari pembelajaran. Pengamatan ada yang menggunakan alat dan bahan yang ada di laboratorium. Pengamatan juga bisa dengan tanpa alat dan bahan yang ada di laboratorium.

7. Metode Kuantum
Metode ini disebut juga dengan Quantum Learning, merupakan metode pembelajaran dengan menggunakan totalitas energi otak kanan dan otak kiri. Kegiatan peserta didik di dalam pembelajaran harus secara totalitas, mulai dari perkataan. pikiran, dan harus mampu mempresentasikannya dengan cepat.

8. Metode Konstruktivistik
Pembelajaran dengan metode ini, yaitu peserta didik harus menemukan sendiri. Menemukan teori, konsep, rumus, dan penerapannya melalui bimbingan dan fasititator guru.


D. Strategi Pembelajaran
Dalam konteks pembelajaran, strategi dimaksudkan sebagai daya upaya guru dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai dan berhasil guna. Oleh karena itu, seorang guru dituntut memiliki kemampuan mengatur secara umum komponen-komponen pembelajaran sehingga terjalin keterkaitan fungsi antarkomponen pembelajaran dimaksud. Strategi berarti pilihan pola kegiatan belajar-mengajar yang diambil untuk mencapai tujuan secara efektif. Untuk melaksanakan tugas secara profesional. Guru memerlukan wawasan yang sesuai dengan tujuan belajar yang telah dirumuskan, baik dalam arti efek instruksional, tujuan belajar yang dirumuskan secara eksplisit dalam proses belajar mengajar, maupun dalam arti efek pengiring misalnya kemampuan berpikir kritis, kreatif, sikap terbuka setetah siswa mengikuti diskusi kelompok kecil dalam proses belajarnya (Sabri, 2007:1).

Ada beberapa macam strategi pembelajaran, di antaranya: 

1. Pengalaman Penting
Strategi ini digunakan untuk memulai pembelajaran atau pendahuluan. Strategi untuk mengetahui pengalaman peserta didik yang telah diterimanya.
Langkah kegiatannya: 

a) Sampaikan topik yang akan disajikan.
b) Beri kesempatan kepada peserta didik untuk mengingat pengalaman mereka yang tidak terlupakan dengan materi yang ada.
c) Tanyakan pengalaman apa yang mereka tak terlupakan
d) Sampaikan materi pelajaran dengan menghubungkan terhadap pengalaman mereka.

2. Tebak Pelajaran
Strategi ini digunakan untuk melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran secara aktif dari awal sampai akhir. Pada strategi ini,peserta didik dicoba untuk menebak judul materi pelajaran, atau nama istilah.
Langkah kegiatannya: 

a) Tentukan topik yang akan disajikan
b) Bagi peserta didik ke dalam kelompok-ketompok kecil
c) Guru meminta peserta didik untuk menebak nama-nama istilah yang dikerjakan oleh kelompok
d) Sampaikan materi secara interaktif
e) Selama proses pembelajaran, peserta didik diminta untuk mengidentifikasi tebakan mereka yang sesuai dengan nama-nama istilah pada materi tersebut.
f) Pada akhir pembelajaran, tanyakan berapa banyaknya jawaban yang benar.

Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia – Bagian 3

Daftar Pustaka : GENESINDO