Objek Kajian Sosiologi

Sebagaimana halnya ilmu-ilmu sosial lain, objek kajian sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antarmanusia dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Dengan demikian, sosiologi pada dasarnya mempelajari masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan meneliti kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, komunitas dan pemerintahan, berbagai organisasi sosial, organisasi agama, organisasi politik, keluarga, bisnis, serta organisasi lainnya Sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi kelompok, menelusuri asal usul pertumbuhannya, serta menganalisis pengaruh kegiatan kelompok terhadap para anggotanya. Berikut ini diberikan beberapa definisi tentang masyarakat oleh beberapa ahli. 

1. Selo Soemardjan (dalam bukunya Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia) Masyarakat  adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

2. Ralph Linton Masyarakat merupakan suatu kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja sama cukup lama. Dengan demikian, dapat mengatur dan menganggap diri mereka sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang jelas. 

3. Hassan Shadily (dalam bukunya Sosiologi untuk Masyarakat) Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain. 

4. J.L. Gillin dan J.P. Gillin (dalam bukunya Cultural Sociology) Masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. 

5. Auguste Comte (dalam bukunya The Positive Phylosophy) Masyarakat merupakan kelompok makhluk hidup dengan realitas-realitas baru yang berkembang menurut hukum-hukum-nya sendiri dan berkembang menurut pola perkembangan tersendiri. 


Soerjono Soekanto memberikan penjelasan tentang ciri masyarakat. Ciri masyarakat meriurut Soerjono Soekanto, antara lain sebagai berikut: 

1. manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang; 
2. bercampur atau berinteraksi untuk waktu yang relatif lama; 
3. adanya kesadaran bahwa mereka merupakan satu kesatuan; 
4. mereka merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan yang lain.

Daftar Pustaka : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri