Pengertian, Definisi, Dan Ciri-Ciri Masyarakat

Menurut Durkheim, masyarakat bukanlah sekadar suatu penjumlahan individti semata. Masyarakat merupakan suatu sistem yang dibentuk dari hubungan antarmereka (anggota masyarakat). Koentjaraningrat menyatakan bahwa masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu cian terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Dengan demikian, masyarakat akan menampilkan suatu realitas tertentu yang mempunyai ciri-ciri, sendiri. Beberapa ahli mengemukakan tentang ciri-ciri masyarakat.

1. Abu Ahmadi (dalam bukunya sosiologi) Abu Ahmadi menyatakan bahwa masyarakat harus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

a. harus ada kumpulan banyak manusia; 
b. telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama di suatu daerah tertentu; 
c. adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.

2. Abdul Syani (dalam bukunya Sosiologi Kelompok dan Masalah Sosial) Abdul Syani   menyatakan bahwa masyarakat ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

a. adanya interaksi
b. adanya ikatan pola tingkah laku khas di dalarn semua aspek kehidupan yang bersifat mantap dan kontinu
c. adanya rasa identitas terhadap kelompok tempat individu yang bersangkutan menjadi anggota kelompoknya. 

3. Talcott Parsons (dalam bukunya Sociological theory) Talcott Parsons merumuskan kriteria masyarakat. Menurut dia, masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. adanya suatu sistem sosial yang bersifat selfsubsistent (swasembada); 
b. keberadaan masyarakat melebihi masa hidup individu normal; 
c. merekrut anggota secara reproduksi biologis; 
d. melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya. 

Dari beberapa ciri masyarakat di atas, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa masyarakat bukan hanya sekadar sekumpulan manusia belaka. Akan tetapi, di antara anggota masyarakat ditandai adanya hubungan atau pertalian satu sama lainnya. Serta paling tidak setiap individu sebagai anggota masyarakat mempunyai kesadaran terhadap keberadaan individu yang lainnya.



Menurut Hassan Shadily, manusia akan tertarik untuk hidup bersama dalam masyarakat karena didorong oleh beberapa faktor berikut:

1. Hasrat untuk mencari teman hidup Hasrat ini berdasar naluri (kehendak biologis di luar penguasaan akal). Teman hidup itu untuk memenuhi kebutuhan seksual yang sifatnya biologis dan dipunyai setiap makhluk hidup. Untuk memenuhi kebutuhan ini, sebagai makhluk yang beradab dan beragama, ditempuhlah suatu ikatan perkawinan yang sah. Dari ikatan perkawinan inilah terbentuk keluarga-keluarga yang saling berinteraksi satu dengan lainnya atau kelompok satu dengan kelompok lainnya sehingga terbentuk masyarakat. 

2. Adanya kelemahan yang dimiliki manusia menjadi alasan bagi mereka untuk mencari kekuatan bersama. Kekuatan itu dapat diperoleh apabila berserikat dengan orang lain. Dengan kekuatan bersama, anggota-anggota masyarakat dapat berlindung bersama-sama dan memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari dengan usaha bersarna. Keadaan demikian ini akan mendorong setiap individu (manusia) untuk tidak terlepas dari hidup bermasyarakat.

Daftar Pustaka : Erlangga