Rumah Tangga Konsumsi Sebagai Pelaku Perekonomian Indonesia

Rumah tangga merupakan unit terkecil dari suatu perekonomian. rumah tangga biasanya terdiri atas suami yang bertindak sebagai kepala keluarga, istri, anak, dan anggota keluarga lainnya. Agar bisa tetap hidup, rumah tangga konsumsi harus memenuhi berbagai kebutuhannya. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi berbagai barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah tangga produksi. Jadi, yang termasuk peran rumah tangga konsumsi adalah:

l. Konsumen 
Sebagai konsumen, rumah tangga konsumsi berperan dalam mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh rumah ungga produksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tindakan mengkonsumsi barang terlihat saat konsumen membelanjakan pendapatannya.
Saat orangtuamu membelanjakan uangnya untuk membelikanmu buku pelajaran yang baru, berarti orang tuamu sedang berperan sebagai pelaku ekonomi, tepatnya sebagai konsumen. 

2. Pemasok atau pemilik faktor produksi 
Kegiatan produksi dapat berlangsung dengan efektif dan efisien jika tersedia bangunan pabrik, mesin-mesin pengolah, dan tenaga kerja yang memiliki keahlian yang cukup, serta pihak manajemen yang berpengalaman. Semua hal di atas disebut sebagai faktor produksi. Jadi, faktor produksi adalah semua benda dan alat-alat yang digunakan untuk menghasilkan atau menambah nilai guna barang atau jasa. 
Faktor produksi dimiliki oleh rumah tangga konsumsi dan akan diserahkan pada rumah tangga produksi sehingga rumah tangga konsumsi mendapat imbalan atas faktor produksi yang dimilikinya. Imbalan atas faktor produksi itulah yang akan digunakan oleh rumah tangga konsumsi untuk memenuhi kebutuhannya dengan membeli barang atau jasa. 


a. Faktor Produksi 

Yang termasuk faktor produksi: 

- Tanah/faktor alam 
Tanah merupakan faktor produksi, karena tanpa tanah rumah tangga produksi tidak akan bisa memproduksi barang atau jasa akibat tidak ada lahan sebagai tempat pengolahan barang dan jasa tersebut. 

- Tenaga kerja 
Tenaga kerja juga merupakan faktor produksi. Tenaga kerja berperan sebagai pelaku pengolahan barang dan jasa agar bisa dikonsumsi masyarakat. Tengoklah pabrik garmen di daerahmu, di sana akan terlihat banyak tenaga kerja yang sedang memproduksi pakaian jadi. Salah satu hasil produksi itu mungkin yang sedang kamu pakai hari ini. Jadi, tanpa tenaga kerja, proses produksi akan sulit berjalan.

- Modal
Modal adalah sejumlah dana yang dibutuhkan untuk memulai suatu usaha.Dana tersebut meliputi beberapa biaya seperti biaya oprasi, biaya administrasi dan lainnya. Tanpa adanya modal, suatu usaha akan sulit berjalan. Usaha yang besar akan membutuhkan modal yang besar. Begitu juga sebaliknya.

- Skill 
Skill atau keahlian sangat dibutuhkan dalam proses pengolahan barang dan jasa. Tanpa keahlian, barang dan jasa yang dihasilkan mungkin tidak akan sesuai dengan keinginan masyarakat, baik dari segi kualitas, kuantitas, bentuk, rasa, pelayanan, dan lainnya. Karena itu agar dapat bersaing, keahlian harus terus ditingkatkan. Peningkatan keahlian dalam rumah tangga produksi bisa dilakukan dengan mengadakan pelatihan khusus untuk para karyawan dan pihak manajemen. 

Faktor produksi berupa tanah atau faktor alam dan tenaga kerja sering disebut sebagai faktor produksi asli. Sedangkan modal dan keahlian biasa disebut sebagai faktor produksi turunan. 

b. Balas Jasa Faktor Produksi 

Sebagai pemilik faktor produksi, tentunya rumah tangga konsumsi berhak menerima imbalan atau balas jasa atas faktor produksi yang diserahkannya pada rumah tangga produksi. Imbalan atau balas jasa tersebut berupa: 

- Sewa tanah bagi rumah tangga konsumsi yang menyediakan tanahnya pada rumah tangga produksi. Contoh: Pak Adi bermaksud membuka usaha jasa bengkel di Jalan Asem. Menurut Pak Ridho, Jalan Asem sangat strategis untuk usaha bengkelnya. Sayangnya, Pak Ridho tidak memiliki lahan di sekitar Jalan Asem. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Pak Ridho memutuskan untuk menyewa tanah milik Bu Dina yang berlokasi di Jalan Asem. Atas penyediaan tanah untuk usaha Pak Ridho, maka Bu Dina berhak menerima balas jasa berupa sewa tanah yang besarnya sesuai dengan kesepakatan keduanya. 

- Upah/gaji bagi anggota rumah tangga konsumsi yang menjadi tenaga kerja. Contoh: Aldo bekerja sebagai tenaga kerja di pabrik sepatu. Setiap hari selama 8 jam, Aldo bertugas menjahit bagian-bagian dalam sepatu. Dengan begitu, maka Aldo telah membantu proses produksi perusahaan tempatnya bekerja. Atas tenaga yang telah dia berikan, Aldo berhak menerima gaji setiap bulannya. 

- Bunga modal bagi rumah tangga konsumsi yang memberikan modal untuk proses produksi.
Contoh: Bu Risky menanamkan modal pada usaha garmen yang dimiliki oleh Pak Haryo sebesar Rp.50.000,00.Atas modal yang ditanamkannya,maka Bu Rizky mendapat bunga setiap bulanya.

- Laba bagi rumah tangga konsumsi yang menyerahkan keahlianya
Contoh:Rika bertindak sebagai direktur utama atas perusahaan ekspor impor yang dimiliki Pak Mario.sebagai direktur utama,Rika bertanggung jawab menangani semua masalah perusahaan dengan keahliannya.Atas keahliannya itu,maka Rika berhak mendapatkan sejumlah laba sesuai dengan kesepakatannya dengan Pak Mario.

Daftar Pustaka : Erlangga