Penjajahan Perancis-Belanda

Pemerintahan yang baru ternyata menghadapi kesulitan yang ada hubungannya dengan kondisi di negeri Belanda. Di Eropa sedang dalam suasana Perang Koalisi I (1792-1797). Dalam Perang Koalisi, negara-negara Eropa bergabung untuk melawan Prancis. Negeri Belanda kemudian diduduki oleh Prancis, musuh Inggris dalam Perang Koalisi. Namun, Prancis berhasil mengalahkan Koalisi tersebut, termasuk Belanda yang kemudian berhasil diduduki Prancis.

Kekalahan Belanda dalam Perang Koalisi tersebut membuat Raja Belanda, Willem V, terpaksa meminta perlindungan dari Inggris sambil menyusun kekuatan di sana. Napoleon Bonaparte sebagai penguasa Prancis kemudian menempatkan adiknya, Louis Napoleon untuk memimpin Belanda. Jatuhnya Belanda ke tangan Prancis berlaku pula untuk semua tanah jajahannya, termasuk Indonesia.

Louis Napoleon kemudian mengangkat Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda sejak 1808. Tugas utamanya adalah mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris. Sejak saat itu pula dimulai imperialisme Prancis yang bersifat tidak langsung.

Pada masa pemerintahannya, Daendels banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang condong kepada kediktatoran. Berbagai pembaruan coba diterapkan, baik dalam bidang birokrasi pemerintahan, peradilan, militer, ekonomi, maupun bidang sosial. Meskipun pembaruan tersebut bermaksud untuk memajukan pribumi, namun dalam kenyataannya sangat berlawanan. Hal tersebut menjadikan rakyat hanya mengingat kekejaman Daendels dalam masa pemerintahannya yang cukup singkat. Contohnya, pembangunan Jalan Raya Pos (Groete Postweg) antara Anyer-Panarukan. Pembangunan jalan tersebut melibatkan banyak tenaga rakyat dengan sistem rodi. Rakyatlah yang kembali menjadi korban dari kekejaman penjajah.


Kekuasaan sewenang-wenang serta buruknya sistem pemerintahan yang diterapkan Daendels, membuatnya ditarik kembali ke negeri Belanda. hal itu dilakukan agar citra Belanda di Nusantara tidak bertambah buruk. Penarikan Daendels ternyata membawa dampak yang cukup buruk. Hindia Belanda pun akhirnya berhasil dikuasai oleh Inggris. Dengan demikian, penjajahan Prancis-Belanda berakhir dengan ditandai oleh Kapitulasi Tuntang.

Daftar Pustaka : Yudhistira