Tokoh Ibu dan Ayah dalam Keluarga

Dalam tali pernikahan, seorang istri merupakan teman setia bagi suaminya. la melayani segala sesuatu yang diperlukan suaminya. Akan tetapi, dengan kehadiran anak dalam keluarga tersebut makaperanan si istri makin bertambah kompleks. Ibu memiliki lebih banyak peranan dan kesempatan dalarn mengembangkan anak-anaknya karena lebih banyak waktu yang digunakan bersama anak-anaknya dari pada sang ayah. Hal ini tampak nyata pada tahun-tahun permulaan kehidupan seorang anak. Apabila ibu melakukan tugasnya dengan penuh kasih sayang maka anak akan memperoleh kepuasan dan dapat mengadakan penyesuaian sosial yang baik. Namun, bukanlah kuantitas dari kasih sayang yang diperlukan oleh seorang anak, melainkan kualitas hubungan antara ibu dan anaknya. Selain kasih sayang, ibu juga harus menyediakan waktu yang cukup untuk dapat bermain-main dengan anaknya serta memujinya ketika memperlihatkan sopan santun yang baik.

Ibu adalah tokoh yang mendidik anak-anaknya, yang memelihara perkembangan anak-anaknya dan juga memengaruhi aktivitas-aktivitas anak di luar rumahnya. Ibu merupakan tokoh yang dapat inelakukan apa saja untuk anaknya, yang dapat mengurus dan memenuhi kebutuhan fisiknya dengan penuh pengertian. la juga merupakan ibu yang selalu datang disaat anak menemui kesulitan, serta dapat menoleransikan sebagian besar tingkah laku kekanak-kanakannya. Hal ini dapat ledaksana jika ibu memainkan peranannya dengan hangat dan akrab, melalui hubungan yang terkesinambungan dengan anaknya.

Melalui hubungan kasih sayang dan kedekatan dengan tokoh ibu ini, anak belajar mengimitasikan tingkah lakunya yang lemah lembut, rendah hati, dan sebagainya, sebagai layaknya seorang wanita harus bertingkah laku. Anak yang gagal melakukan hubungan pada masa ini, Kemungkinan akan mengalami gangguan dalam penyesuaian sosial pada saat ia bertambah besar.


Pada permulaan kehidupan seorang anak, jika dibandingkan dengan ibu, ayah memang rnemiliki kesempatan dan peranan yang lebih kecil dalam mengembangkan anak-anaknya. Dengan meningkatnya usia anak, peranan ayah akan semakin banyak dan kompleks. Bagaimana peranan ayah ini, bergantung dari jenis kelamin anak. Umumnya, ayah cenderung lebih memanjakan anak wanita dibanding dengan anak laki-lakinya. Ayah, sebagai orang yang mengepalai keluarganya, selalu menjadi otoritas terakhir dalam membuat keputusan-keputusan yang utama. Bila tokoh ibu bagi seorang anak merupakan tokoh yang dipercayainya dan mempunyai hubungan yang dekat dengan anaknya, maka tokoh ayah merupakan benteng kekuatan pada siapa anak dan ibu biasanya bergantung. Seorang ayah harus dapat menjadi orang yang kuat bagi anak-anaknya dan menjadi tempat bertanya bagi mereka. la membimbing anak-anaknya untuk berani menghadapi kehidupan dunia ini.

E. Hurlock mengemukakan bahwa ayah harus dapat mengerti keadaan anak, bertindak sebagai teman atau rekan bagi anak-anaknya, membimbing perkembangan anak, serta melakukan sesuatu secara bersama-sama dengan anak-anaknya. Sebagai seorang ayah, peranan ayah tampak melalui aktivitas-aktivitasnya yang berusaha mengembangkan kemampuan-kemampuan dan keahlian-keahlian yang dibutuhkan anak, mengarahkan minatnya, serta mengembangkan kemampuan intelektualnya. Ayah bagi seorang anak adalah orang yang lebih sering keluar rumah dibandingkan dengan ibunya, lebih banyak dan lebih keras dalam menghukum. Tetapi di lain pihak, anak menyadari bahwa ayah lebih banyak mengetahui, memiliki sesuatu, dan merupakan kepala keluarga. Oleh karenanya, ayah dianggap sebagai "bos" di tengah keluarganya. Melalui sikap dan tingkah laku ayah sebagai kepala keluarga, anak akan belajar bertingkah laku sebagai layaknya seorang laki-laki, yakni tahan menghadapi segala sesuatu, tabah, tidak suka menangis, tegas, dan berani.

Daftar Pustaka : CV. ARYA DUTA