Alat dan Cara Berkomunikasi Masa Lalu

Manusia adalah makhluk sosial. Manusia hidup memerlukan bantuan orang lain. Oleh karena itulah manusia perlu berhubungan dengan sesamanya. manusia cenderung selalu hidup berkelompok dengan sesamanya. Kecenderungan inilah yang menyebabkan manusia mencari cara untuk dapat berhubungan dengan sesamanya walaupun di tempat yang berjauhan. 

Secara geografis permukaan bumi sangat luas dan mempunyai bentang alam berupa lautan, hutan, dan pegunungan yang sangat menyulitkan manusia untuk menyeberanginya. Sarana transportasi dibuat oleh manusia untuk mengatasi keadaan tersebut. Manusia pun menciptakan berbagai alat angkut sederhana dengan memanfaatkan tenaga hewan. Contoh alat angkut pada zaman dahulu antara lain kuda untuk menarik pedati, keledai untuk mengangkut barang di punggungnya, dan perahu layar atau perahu dayung untuk menyeberangi perairan. 

Selain alat angkut, manusia juga menciptakan alat untuk berkomunikasi. Alat komunikasi yang dipakai ialah kentongan, beduk, api, gambar, tanda jejak, simbol, dan sebagainya. Alat komunikasi yang murah tersebut digunakan oleh orang yang tinggal di daerah pedalaman. Alat komunikasi masa lalu di Indonesia yang masih digunakan hingga sekarang adalah kentongan dan beduk. Kentongan dan beduk biasa dipakai di masjid untuk memberitahukan waktu salat telah tiba. Di daerah pedesaan kentongan tidak hanya digunakan di masjid saja, tetapi dalam berbagai ha' Kentongan bisa pula digunakan untuk perlengkapan ronda, untuk tanda bahaya, untuk memberi tanda berkumpul pada masyarakat, serta untuk mengumumkan tanda duka cita. Kentongan sebagai alat komunikasi masyarakat merupakan salah satu teknologi komunikasi pada masa Ialu. 

Teknologi komunikasi merupakan kemampuan secara teknik yang berdasarkan ilmu pengetahuan bidang komunikasi yang berguna untuk melancarkan hubungan antar pengguna. Teknologi komunikasi pada masa lalu mempunyai bentuk dan wujud yang sederhana. Cara penggunaan dan jangkauannya sangat terbatas. Bentuk komunikasi masa lalu dapat dibedakan berdasarkan pada ada atau tidaknya pertemuan antara pihak pertama dan pihak kedua. Jika komunikasi antara pihak pertarria dan pihak kedua dilakukan melalui tatap muka atau pertemuan, maka komunikasinya disebut komunikasi langsung. Jika komunikasi antara pihak pertama dan pihak kedua dilakukan tanpa melalui tatap muka, tetapi dengan menggunakan perantara atau alat bantu, maka komunikasinya disebut komunikasi tidak langsung. 

Alat komunikasi seperti kentongan, beduk, api, gambar, tanda jejak, simbol, atau menyampaikan kabar lewat kurir merupakan contoh alat-alat atau perantara yang digunakan dalam komunikasi tidak langsung.



Daftar Pustaka : YUDHISTIRA