Bentuk dan Pengaruh Kondisi Alam Terhadap Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Kegiatan dan Pengaruh Kondisi Alam terhadap Kegiatan Ekonomi Penduduk Pedesaan 

Kebutuhan pokok manusia terdiri atas makanan, pakaian, dan perumahan. Kebutuhan pokok manusia itu hanya bisa dicukupi apabila manusia bekerja. Sandang, pangan, dan papan tidak akan datang begitu saja sebelum manusia berusaha mendapatkannya. Kegiatan manusia untuk mencukupi kebutuhan pokok tersebut sering disebut kegiatan perekonomian.

Kegiatan perekonomian dari satu desa/kelurahan dengan desa/kelurahan lain biasanya tidak sama. Perbedaan itu ditentukan oleh keadaan desa/kelurahan setempat. Suatu desa yang memiliki tanah yang subur, para penduduk serta merta akan memanfaatkan tanah tersebut. Penduduk yang mengolah tanahnya dengan menanam padi, palawija, atau sayuran disebut bertani. 

Ada penduduk yang menanam pohon-pohon dari hasil perkebunan, seperti tembakau, kopi, kelapa, dan cengkih. Ada pula penduduk yang mengolah tanahnya dengan memanfaatkan air sungai yang mengalir sehingga muncul kolam-kolam ikan. 

Hasil pengolahan tanah itu digunakan sebagai bekal hidup bagi para petani. Sebagian hasilnya dipakai untuk keperluan sendiri. Sebagian yang lain dijual ke pasar untuk mendapatkan uang. Hasil penjualan itu mereka gunakan untuk membiayai keluarga, misalnya membeli pakaian, biaya sekolah anak-anaknya, atau keperluan hidup lain. 

Penduduk desa/kelurahan yang tinggal di daerah pantai hampir semuanya memanfaatkan laut. Mereka bermata pencaharian sebagai nelayan. Dengan modal perahu dan jaring atau kail, mereka berusaha keras mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya. Pada malam hari mereka melaut. Pagi hari para nelayan pulang ke rumah dengan ikan hasil tangkapan. Ikan-ikan tersebut kemudian dijual ke pasar atau tempat pelelangan ikan. Hasil penjualan itu mereka manfaatkan untuk keperluan rumah tangga, seperti membeli makanan, pakaian, atau untuk pendidikan anak-anaknya. 

Penduduk desa/kelurahan yang tinggal di daerah pariwisata umumnya bekerja dengan memanfaatkan keberadaan para wisatawan. Mereka menjadi pemandu wisata, membuat kerajinan tangan, membuka warung makan, atau mendirikan kios cenderamata. Pemerintah terus berusaha meningkatkan kehidupan masyarakat dengan membangun daerah-daerah pariwisata baru. Hal itu disebabkan pariwisata mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit. 


Bagi penduduk desa/kelurahan yang hidup di daerah yang lebih ramai, mata pencaharian penduduknya lebih beragam. Ada penduduk yang menjadi pedagang di pasar. Mereka menjual keperluan hidup sehari-hari, seperti makanan, pakaian, dan alat-alat rumah tangga. Dari berdagang, mereka mendapatkan laba yang digunakan untuk membiayai keluarganya. Ada juga penduduk desa/kelurahan yang menjadi karyawan swasta, pegawai negeri, wiraswasta, dan anggota TNI/Polri. Jadi, kegiatan ekonomi penduduk di daerah pedesaan bermacam-macam, di antaranya sebagai berikut. 

a. Bertani meliputi menanam padi, jagung, palawija, dan lain-lain. Penduduk desa yang bercocok tanam jumlahnya 75% sehingga negara kita disebut negara agraris. 
b. Berladang merupakan kegiatan selingan dari bertani.Tanaman yang ditanam di ladang antara lain pisang, jambu, dan kelapa. 
c. Berdagang ialah kegiatan berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup di masyarakat. 
d. Beternak ialah memelihara hewan tertentu. Kegiatan lain meliputi mencari ikan atau memelihara ikan di kolam atau di tambak. 
e. Ada juga pegawai yang bekerja di perusahan atau instansi pemeri,ntah, misalnya karyawan swasta dan TNI/Polri.

Daftar Pustaka : Yudhistira