Ciri-ciri dan Tokoh Penganut Paham Sosialisme

Paham Sosialisme yang muncul di beberapa negara Eropa kemudian menyebar pula ke negara-negara Asia-Afrika termasuk Indonesia. Paham ini bercita-cita membantu rakyat kecil. Oleh karena itu, pada awal penyebarannya di Asia-Afrika termasuk Indonesia paham sosialisme cepat mendapat sambutan terutama dari kaum buruh. Mereka mengadakan perlawanan melalui aksi-aksi seperti pemogokan, agitasi, dan sabotase. Walaupun paham sosialisme turut mendorong lahirnya ideologi nasionalisme serta kesadaran kebangsaan, namun karena alur pemikirannya yang cenderung bersifat radikal, paham sosialisme tidak mendapat dukungan mayoritas masyarakat Sosialisme mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 

1) membantu memenuhi kebutuhan rakyat yang menderita; 

2) menolak kemutlakan milik perorangan dan menyokong pemilikan bersama;

3) mendukung alur pemikiran yang cendrung bersifat radikal. 

Secara umum, sosialisme adalah suatu istilah yang digunakan sebagai suatu doktrin untuk semua sistem ekonomi yang pemanfaatannya untuk semua bukan untuk perorangan. Karena cirinya yang radikal, sosialisme pada akhirnya menjerumuskan masyarakat ke dalam kehidupan anarkis dan tanpa aturan hidup. Di Indonesia, paham sosialisme kemudian dilarang sejak zaman Orde Baru karena berhubungan dengan paham komunisme yang disebut Marxisme-Leninisme. 

Beberapa tokoh penganut paham sosialisme antara lain Robert Owen, Saint Simon, Pierre Joseph Proudhon, Charles Fourier, Karl Heinrich Marx, dan F. Angels.

Dari nama-nama tokoh itu yang paling terkenal adalah Karl Marx. Ia dikenal sebagai "Bapak Pergerakan Sosialisme dan Komunisme internasional. Marx berasal dari Jerman keturunan Yahudi. Ia pernah menjadi pemimpin redaksi harian Reinische Zeitung. Harian itu cenderung menentang pemerintah sehingga pada tahun 1849 ia diusir dari Jerman. Marx kemudian pergi ke Inggris dan menetap di London sampai akhir hayatnya. 

Buku Das Kapital merupakan hasil karya Karl Marx yang terkenal. Dalam buku itu diuraikan bahwa sepanjang sejarah umat manusia, pertentangan akan selalu terjadi antara dua golongan, yaitu golongan kaya dan golongan miskin atau proletar. 

Menurut Marx pertentangan baru berakhir setelah golongan proletar keluar sebagai pemenang. Kemenangan kaum proletar tersebut menyebabkan terciptanya masyarakat tanpa kelas. 

Dengan hancurnya masyarakat kapitalis, kaum buruh dapat membangun dan menegakkan masyarakat sosialisme. Secara umum, marxisme manyatakan bahwa masyarakat kapitalis dengan sendirinya akan berubah menjadi masyarakat sosialis. Asas ajaran marxisme adalah histori materialisme yang mencari perbedaan dalam hubungan kepemilikan masyarakat serta pertentangan kelas antara golongan pemilik dan nonpemilik. Pemilikan segala sarana yang menguasai hajat hidup orang banyak yang dipegang oleh segelintir orang akan selalu menjadi pangkal keonaran. 

Menurut Karl Marx, sosialisme merupakan langkah penentu menuju masyarakat sosialis. Dalam masyarakat sosialis, manusia akan mencapai perkembangan dirinya secara sempurna. Ia juga mengatakan bahwa pertentangan antarkelas hanya dapat diselesaikan melalui kekerasan. Di Inggris, Karl Marx bersahabat dengan Friedrich Engels, seorang penganut paham sosialis negeri itu. Engels membantu Karl Marx dalam penulisan jilid II dan III serta membantu membiayai penerbitan buku Das Kapital. Semboyan mereka yang terkenal adalah "Kaum buruh seluruh dunia bersatulah" . Karl Marx bersama Engels menulis sebuah buku lain yang berjudul Manifest der Komunistischen Partaei. Setelah Karl Marx 1/4 meninggal, Marxisme terpecah menjadi Marxisme revisionis dan Marxisme ortodox.


Daftar Pustaka : YUDHISTIRA