Dampak Negatif Korupsi

Salah satu penyebab korupsi adalah kemiskinan, tetapi korupsi seperti dikemukan oleh Bank Dunia, juga menyebabkan kemiskinan di negara berkembang. Menurut Bank Dunia, kemiskinan tersebut dikarenakan para elit negara berkembang mengambil kekayaan negerinya dan kemudian menyimpannya pada rekening-rekening yang sangat tersembunyi di negara-negara maju yang tak dapat disentuh (untouchable), bahkan oleh kekuasaan negara maju tersebut sekalipun. Di Asia Tenggara, kasus yang paling menyolok adalah Ferdinand Marcos (Filipina) dan sejumlah konglomerat Indonesia yang "memarkir" uangnya di Singapura. 

Sesungguhnya penyebab kemiskinan dari korupsi tidak sekadar karena para elit menyimpan uangnya di luar negeri, namun dari berbagai kombinasi yang dapat dilihat pada gambar di atas. 

Dari gambar tersebut tampak bahwa ada semacam lingkaran setan antara korupsi dengan kemiskinan. Dampak negatif dari korupsi yang tinggi dapat dilihat pada investasi riil (non portofolio) Indonesia yang belum menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. 

Tampak bahwa selain gairah investasi menurun, realisasi investasi kurang dari setengah dari persetujuan investasi. Kondisi ini belum ditambah fakta bahwa yang terjadi sebenarnya dalam pertumbuhan perekonomian dalam tiga tahun terakhir adalah pertumbuhan yang digerakkan oleh sektor pemerintah dan itu pun sebagian besar untuk konsumsi. Dalam kondisi kemerosotan seperti itu maka proses terbentuknya kemiskinan lebih cepat lagi karena penurunan investasi tidak terjadi dari menurunnya daya saing, namun karena citra buruk, maka investasi akan "lari"


Daftar Pustaka : ERLANGGA