Etika Bertelepon dengan Santun

Zaman dahulu, alat komunikasi yang sering digunakan adalah surat. Saat ini, cara tersebut mulai ditinggalkan sejak diketemukannya telepon. Masyarakat dapat menggunakan telepon rumah, kartu, koin, maupun telepon seluler (ponsel). Dalam bertelepon, tidak sekadar jelas dalam menyampaikan maksud. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dalam bertelepon, yaitu kesantunan yang meliputi sebagai berikut. 

1. Membuka dengan menggunakan salam. 

2. Memperkenalkan diri dan menyebutkan nama orang yang diajak bicara. 

3. Menyampaikan maksud secara singkat dan jelas. 

4. Mengakhiri pembicaraan dengan menggunakan terima kasih dan menyampaikan salam. 

Dalam bertelepon, ada etika yang bersifat umum maupun khusus. Misalnya berdasarkan mitra bicara, seperti dengan teman sebaya, orang yang lebih muda, atau orang yang dihormati. Pilihan kata menjadi hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan. Sebagai contoh, akan lebih sopan jika seorang murid menelepon guru dengan menggunakan kata sapa Bapak atau Ibu, daripada kamu serta menyebutkan diri dengan saya daripada aku. Santun bertelepon juga meliputi hal-hal berikut. 

1. Memilih waktu bertelepon yang tepat. 

2. Memastikan nomor yang dihubungi tidak keliru. Jika tidak, sampaikan permohonan maaf dengan santun. 

3. Sebaiknya tidak memakan sesuatu saat bertelepon. 

4. Menciptakan suasana tenang di sekitar tempat bertelepon.

 5. Tidak berlama-lama dalam bertelepon. 

6. Kembalikan gagang telepon dengan hati-hati sehingga tidak menyinggung perasaan orang yang ditelepon.


Daftar Pustaka : PUSAT PERBUKUAN