Hubungan Dagang Asia Barat-Eropa Sesudah Perang Salib

Lesunya perdagangan antara Asia dengan Eropa kembali pulih sejak meletusnya Perang Salib. Sengketa yang terjadi antara tentara salib dan pasukan Islam ternyata membuka lagi hubungan antara para pedagang Asia Barat dan Eropa. Hubungan baru itu menyadarkan masyarakat Eropa akan betapa hidupnya perdagangan yang terjalin di antara para saudagar Islam. 

Kenyataan itu mendorong orang-orang Eropa untuk aktif lagi menjalin hubungan perdagangan. Kegiatan perdagangan antara Asia Barat dengan Eropa pun hidup kembali. Di Eropa, cara hidup feodal secara berangsur-angsur beralih ke cara hidup berdagang (meskipun feodalisme belum sama sekali hilang). Muncullah kota-kota dagang, seperti Marseilles, Genoa, Napoli, Palermo, Florence, dan Venezia. Perkembangan kota-kota dagang tersebut diikuti dengan tumbuhnya industri rumah tangga (home industry) secara kecil-kecilan. 

Industri ini makin lama makin berkembang menjadi perse-kutuan (kongsi) dagang. Sejak tahun 1200, banyak bermunculan serikat usaha sejenis, yang disebut gi/da. Serikat ini memperoleh hak usaha khusus dan monopoli tertentu dari pemerintah. Dalam perkembangannya, gilda-gilda ini bergabung membentuk persekutuan yang lebih besar. Sekitar tahun 1350, mulailah berkembang perserikatan kota-kota dagang, yang disebut hansa. Tujuan serikat seperti ini adalah mencegah persaingan antarpengusaha sejenis dalam satu wilayah negara, sekaligus melindungi kepentingan usahanya dalam menghadapi persaingan dengan serikat dagang negara lain. 

Perkembangan kegiatan perdagangan diikuti juga dengan perkembangan dalam bidang kebudayaan. Dalam hal ini, kebudayaan Islam amat berperan memajukan kebudayaan Eropa. Selama berhubungan dengan dunia Islam, orang-orang Eropa seolah terbangun dari tidurnya. Mereka menyaksikan betapa kehidupan budaya Islam mendukung perkembangan pesat di bidang astronomi, ilmu kedokteran, matematika, arsitektur, filsafat, dan ilmu-ilmu lainnya. Lalu orang Eropa pun tergerak untuk sebanyak mungkin menyerap warisan tak ternilai kebudayaan Islam tersebut. Dengan banyak belajar, bidang kebudayaan akhirnya mengalami perkembangan pesat di Eropa. 

Salah satu perkembangan yang mencolok adalah ilmu pengetahuan. Perkembangan pesat di bidang ekonomi (perdagangan) dan ilmu pengetahuan tersebut nantinya akan membawa akibat besar dalam sejarah, yang mendorong bangsa Eropa datang ke Indonesia. Akibat yang dimaksud adalah penjelajahan samudera.


Daftar Pustaka : ERLANGGA