Komposisi Penduduk dan Migrasi Penduduk di Indonesia

Kita telah mempelajari apa yang disebut dengan penduduk. Kita juga telah mempelajari unsur-unsur dinamika penduduk. Nah, bagaimaria komposisi penduduk Indonesia? 

Komposisi Penduduk 
Penduduk umumnya dapat dikelompokkan berdasarkan umur, jenis kelamin, mata pericaharian, ataupun agama. Pengelompokkan yang seperti itu dinamakan komposisi penduduk. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin dan umur dapat digambarkan secara grafis dalam bentuk piramida penduduk. Melalui piramida penduduk, sifat kependudukan suatu wilayah dapat dilihat dari proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam setiap kelompok umur. Selain itu, piramida penduduk juga memberikan gambaran tentang keadaan setiap kelompok umur di masa lalu serta memperkirakan perubahan di masa mendatang. Berdasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, keadaan penduduk suatu wilayah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut. 

1. Kelompok ekspansif (progresif) menunjukkan sebagian besar penduduk berada pada kelompok umur muda. Hal ini disebabkan masih tingginya tingkat kelahiran pada suatu wilayah. Contohnya adalah negara Indonesia, India, Kenya, dan Arab Saudi. 

2. Kelompok kontraktif (regresif) menunjukkan jumlah penduduk pada kelompok umur muda mengalami penurunan. Hal ini disebabkan tingkat kelahiran dapat dikurangi sedemikian rupa. Akibatnya, kelompok umur muda semakin berkurang. Negara yang memiliki bentuk piramida seperti ini adalah Amerika Serikat. 

3. Kelompok stasioner menunjukkan jumlah penduduk muda dan tua seimbang. Hal ini disebabkan tingkat kelahiran pada negara yang bersangkutan rendah. Negara-negara di Eropa, seperti Perancis, Inggris, dan Swedia, memiliki bentuk piramida penduduk seperti ini. Negara-negara tersebut memerlukan propaganda agar setiap keluarga bersedia memiliki anak. 

Menyajikan Informasi Kependudukan
Informasi kependudukan, seperti angka kelahiran, kematian, kepadatan penduduk, migrasi, angka harapan hidup, dan angka pertumbuhan penduduk, dapat disajikan dalam berbagai bentuk. 

Cara penyajian data kependudukan dapat berupa tabel, diagram batang, diagram lingkaran, atau peta. Penyajian data dalam bentuk tabel dan diagram umumnya hanya menampilkan angka. Adapun cara penyajian data yang menggambarkan kepadatan penduduk atau migrasi, dapat ditampilkan melalui peta yang tidak hanya diketahui lokasinya, namun dapat diketahui pula angkanya. Arus perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dapat dilihat dari peta perpindahan penduduk.

Melalui peta tersebut, kita dapat mengkaji penduduk yang melakukan perpindahan, daerah tujuan yang banyak didatangi pendatang, atau daerah yang banyak ditinggalkan penduduknya. Misalnya, peta Kota Depok digunakan untuk melihat arus perpindahan penduduk dari satu kecamatan ke kecamatan lain, di dalam Kota Depok. 


Daftar Pustaka : ERLANGGA