Macam-Macam Pelaku Ekonomi

Rumah Tangga (Household) Rumah tangga adalah satuan unit terkecil dalam masyarakat. Kegiatan utama dari rumah tangga adalah konsumsi. Oleh karena itu, rumah tangga disebut juga sebagai rumah tangga konsumsi. Misalnya, baju yang kalian pakai dan kendaraan yang keluarga kalian gunakan. Namun, rumah tangga juga dapat berperan sebagai produsen dan distributor. Misalnya, ibu kalian membuat kue dan berperan sebagai produsen, sedangkan kalian berperan sebagai distributor dengan menjualnya di sekolah. Peran penting lainnya adalah sebagai penyedia faktor produksi, seperti tenaga kerja, tanah, dan modal. Hal ini menyebabkan rumah tangga dapat memperoleh pendapatan, berupa upah, sewa, ataupun bunga, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 


Perusahaan (Firm) 

Perusahaan merupakan badan usaha yang menjalankan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Kegiatan utamanya adalah produksi. Hal ini membuat perusahaan juga disebut sebagai rumah tangga produksi. Pada pasar faktor produksi, perusahaan berperan sebagai pembeli faktor-faktor produksi dari rumah tangga untuk digunakan dalam proses produksi. Contoh perusahaan yang melakukan kegiatan produksi untuk menambah manfaat dari suatu barang atau jasa adalah perusahaan roti membeli tepung, gula, telur, dan mentega untuk diolah menjadi roti. Selanjutnya, roti tersebut dijual di toko-toko kue. Apabila ibumu membuat roti untuk bekalmu ke sekolah, kegiatan ini disebut kegiatan konsumsi karena digunakan untuk mengurangi manfaat dari barang atau jasa. 

Pemerintah (Government) 

Peran pemerintah sebagai pelaku ekonomi tersirat di dalam Pasal 33 UUD 1945, yaitu pemerintah bertanggung jawab atas kemakmuran rakyat. Dalam perekonomian, peran utama pemerintah adalah sebagai pengatur kegiatan ekonomi agar kegiatan perekonomian berjalan dengan lancar. Hal ini menyebabkan pemerintah berwenang dalam membuat kebijakan, misalnya mengatur izin mendirikan usaha dan Upah Minimum Regional (UMR). Pemerintah juga melakukan kegiatan konsumsi berkaitan dengan tugas administratif dan tanggung jawab mereka dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Contohnya adalah belanja pegawai dart pemberian subsidi. Kegiatan produksi yang dilakukan pemerintah adalah pembangunan fasilitas-fasilitas umum, seperti jalan raya, jembatan, dan sekolah. Pembangunan barang publik merupakan bangunan-bangunan yang dibuat pemerintah dan ditujukan untuk kepentingan masyarakat umum tanpa dipungut bayaran, seperti jalan raya dan jembatan penyeberangan. 


Koperasi (Cooperation) 

Secara garis besar, koperasi di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumsi, koperasi produksi, dan koperasi distribusi. 

1. Koperasi konsumsi memiliki peran utama sebagai penyedia kebutuhan hidup sehari-hari bagi para anggotanya dengan harga yang lebih murah. Manfaat bagi anggota adalah kesejahteraannya meningkat dan dapat menghemat pengeluaran mereka. Contoh koperasi ini adalah koperasi sekolah.

2. Koperasi produksi adalah koperasi yang beranggotakan pengusaha-pengusaha yang memproduksi barang atau jasa yang sama dan bergabung sehingga biaya produksinya menjadi lebih rendah dan dapat bersaing dengan produk-produk lain di pasaran. Contohnya adalah koperasi tempe dan koperasi pengusaha batik.

3. Koperasi distribusi dapat dilihat melalui Koperasi Unit Desa (KUD). Salah satu peran KUD adalah membeli gabah dari petani dengan harga yang wajar untuk menghilangkan sistem ijon yang sering merugikan petani. Masyarakat Luar Negeri (Foreign) Masyarakat luar negeri adalah orang atau badan usaha yang berada di luar negeri. Kegiatan ekonomi dengan masyarakat luar negeri disebut perdagangan internasional yang terdiri dari ekspor (menjual barang ke luar negeri) dan impor (membeli barang dari luar negeri). Masyarakat luar negeri memiliki peran yang sangat penting dalam kegiatan investasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain itu, masyarakat luar negeri juga sering memberikan bantuan dana berupa hibah ketika Indonesia tertimpa bencana alam. 

Daftar Pustaka : ERLANGGA