Macam-macam Perilaku Penyimpangan Sosial Berdasarkan Sifat, Pelaku, dan Tindak Kejahatan

Sejak lahir, orangtua dan lingkungan sekitar kita berusaha agar kita berperilaku sesuai dengan jenis kelamin yang kita miliki. Anak laki-laki diharapkan berperilaku aktif, menyukai tantangan, berani, dan kreatif. Sementara itu, anak perempuan diharapkan berperilaku lembut dan pasif. Oleh karena itu, kita sering kali menjumpai anak laki-laki yang bermain mobil-mobilan, sedangkan anak perempuan bermain boneka. Melalui proses sosialisasi, identitas jenis kelamin seorang anak ditanamkan. Anak akan konformis terhadap peran sebagai anak perempuan atau anak laki-laki sesuai dengan harapan masyarakat. Akan tetapi, ada pula anak laki-laki yang senang dengan boneka, sebaliknya ada pula anak perempuan yang senang dengan mainan mobil-mobilan. Kondisi seperti ini menyebabkan kedua anak dianggap berperilaku nonkomformis. Perilaku seperti ini adalah perilaku yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat terhadap laki-laki dan perempuan. 

Walaupun setiap anggota masyarakat telah berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat lainnya, pasti ada anggota masyarakat yang berperilaku menyimpang. Penyimpangan itu dapat digolongkan menjadi beberapa macam. Hal tersebut akan diuraikan di bawah ini. 

Perilaku Menyimpang Berdasarkan Sifatnya 

Penyimpangan sosial berdasarkan sifatnya dapat dikelompokkan menjadi penyimpangan sosial yang bersifat positif dan penyimpangan sosial yang bersifat negatif. Penyimpangan sosial yang bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif terhadap masyarakat. Di dalam penyimpangan ini, dapat ditemukan unsur inovasi dan kreativitas. Contohnya adalah emansipasi wanita dalam kehidupan masyarakat yang memunculkan banyak wanita karier. 

Penyimpangan sosial yang bersifat negatif adalah penyimpangan yang terjadi karena pelaku bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah. Tindakan tersebut berakibat buruk dan mengganggu masyarakat serta mengganggu sistem sosial. Perbuatan itu juga dianggap sebagai pelanggaran, bahkan kejahatan. Misalnya, melakukan perampokan. 

Penyimpangan Sosial Berdasarkan Pelakunya 

Penyimpangan sosial berdasarkan pelakunya dapat dikelompokkan menjadi penyimpangan sosial individual dan penyimpangan sosial kelompok. Penyimpangan sosial individual adalah penyimpangan terhadap nilai dan norma yang dilakukan seorang diri atau secara perseorangan tanpa melibatkan orang lain. Sebutan penyimpangan sosial yang dilakukan oleh individu bisa bermacam-macam, seperti pembandel, pembangkang, pelanggar, bahkan penjahat. Contoh perilaku menyimpang yang dilakukan secara individual (perorangan) adalah tindakan mencuri yang dilakukan seorang diri. 

Penyimpangan sosial kelompok adalah penyimpangan terhadap nilai dan norma yang dilakukan oleh beberapa orang secara berkelompok. Contoh perilaku menyimpang yang dilakukan secara kelompok adalah tindakan merampok bank yang dilakukan komplotan perampok.

Penyimpangan sosial yang dilakukan oleh anggota masyarakat tertentu cenderung merupakan penyimpangan sosial yang bersifat negatif. Hal tersebut dapat digolongkan atas tindakan kriminal atau kejahatan; penyimpangan seksual; penyimpangan dalam bentuk pemakaian dan pengedaran obat terlarang; serta penyimpangan dalam gaya hidup. Penyimpangan-penyimpangan tersebut dapat dilihat pada uraian di bawah ini. 


Tindakan Kriminal atau Kejahatan 

Tindakan kriminal atau kejahatan itu bertentangan dengan norma hukum, norma sosial, dan norma agama yang berlaku di masyarakat. Yang termasuk ke dalam tindakan kriminal (delik) adalah pencurian, penganiayaan, pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, dan perampokan. Tindakan kejahatan ini biasanya menyebabkan pihak lain kehilangan harta benda, cacat tubuh, bahkan kehilangan nyawa. Tindak kejahatan jenis ini juga dapat mengganggu keamanan dan kestabilan negara, seperti korupsi, makar, subversi, dan terorisme. Ligth, Keller, dan Calhoun membedakan tipe kejahatan menjadi empat seperti berikut ini.

a. Kejahatan tanpa korban tidak mengakibatkan penderitaan pada korban akibat tindak pidana orang lain. Misalnya, perbuatan judi, penyalahgunaan obat terlarang, mabuk-mabukan, dan sebagainya.

b. Kejahatan terorganisir merupakan kejahatan yang dilakukan oleh komplotan secara berkesinambungan dalam melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang atau kekuasaan dengan jalan menghindari hukum. Misalnya, komplotan korupsi, penyediaan jasa pelacuran, perjudian gelap, penadah barang curian, atau rentenir. 

c. Kejahatan kerah putih adalah kejahatan yang mengacu pada kejahatan yang dilakukan oleh orang terpandang atau orang yang berstatus tinggi. Misalnya, menghindari pajak, menggelapkan uang perusahaan oleh pemilik perusahaan, atau melakukan korupsi oleh pejabat negara. 

d. Kejahatan korporat adalah kejahatan yang dilakukan atas nama organisasi dengan tujuan menaikkan keuntungan atau menekan kerugian. Misalnya, suatu perusahaan membuang limbah beracun ke sungai dan mengakibatkan penduduk sekitar mengalami berbagai penyakit. Penyimpangan Seksual Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. Beberapa tindak penyimpangan

seksual adalah perzinahan, lesbianisme, homoseksual, kumpul kebo, sodomi, transvestitisme, sadisme, dan pedhopilia. Beberapa perilaku ini tidak melanggar hukum, tetapi melanggar norma-norma sosial yang ada di masyarakat. Akibatnya, pelaku penyimpangan ini akan dikucilkan oleh masyarakat. Perilaku penyimpangan seksual yang dapat dikategorikan sebagai tindak kejahatan adalah pedhopilia. 

Pemakaian dan Pengedaran Obat Terlarang 

Penyimpangan jenis ini adalah penyimpangan yang telah melanggar norma sosial ataupun norma agama. Akibat dari penyimpangan ini adalah kondisi fisik dan mental si pengguna akan terus menurun dan dapat menyebabkan kematian. Bahkan, eksistensi suatu negara dapat terancam akibat pengguna dan pengedar obat terlarang. Sebuah negara yang terdiri dari manusia-manusia yang memiliki kesehatan mental dan fisik yang rendah tidak akan mampu berkompetensi dengan negara-negara lain yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang tinggi. Contoh obat-obat terlarang adalah narkotika (ganja, candu, putaw), psikotropika (ecstasy, amphetamine, magadon), dan alkoholisme. 

Penyimpangan dalam Bentuk Gaya Hidup 

Sikap arogansi dan eksentrik merupakan penyimpangan dalam gaya hidup yang lain dari biasanya. Sikap arogansi dapat dilihat melalui kesombongan seseorang terhadap sesuatu yang dimlikinya, seperti kekayaan, kekuasaan, dan kepandaian. Sikap arogan bisa saja dilakukan oleh seseorang yang ingin menutupi kekurangan yang dimilikinya. Sikap eksentrik ialah perbuatan yang menyimpang dari orang pada umumnya, seperti laki-laki yang memakai anting yang biasanya digunakan perempuan.

Daftar Pustaka : ERLANGGA