Memahami Informasi Tertulis dengan Memanfaatkan Kamus

Kita sering menjumpai kata-kata penting pada suatu bacaan. Kata-kata tersebut kadang tidak kita ketahui artinya,baik secara leksikal maupun gramatikal, karena keterbatasan pengetahuan kita. Oleh karenanya, kita dapat memanfaatkan kamus untuk mengetahui arti kata-kata tersebut.

Kamus adalah alat bantu untuk menuntun kita memahami makna sebuah kata. Berdasarkan luas lingkup isinya, kamus dibedakan sebagai berikut. 

1. Kamus umum, yaitu kamus yang memuat semua kata dalam sebuah bahasa. Misalnya, Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI). 
2. Kamus khusus/kamusistilah, yaitu kamus yang hanya memuat kata-kata dari suatu bidang tertentu. Misalnya, kamus linguistik, kamus istilah teknologi, atau kamus istilah kedokteran. 
3. Kamus ekabahasa, yaitu kamus yang memuat kata-kata dari satu bahasa, biasanya berisi definisi, sinonim, dan contoh penggunaan dalam kalimat. Misalnya, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). 
4. Kamus dwibahasa, yaitu kamus yang memuat dua bahasa, biasanya berisi kata dari sebuah bahasa yang makna atau definisinya dijelaskan dengan bahasa lain (terjemahan). Misalnya, kamus Inggris-Indonesia. 
5. Kamus multibahasa, yaitu kamus yang memuat lebih dari dua bahasa. Misalnya, Kamus Jerman-Inggris-Indonesia. 

Bagian-bagian kamus biasanya dimulai dari petunjuk penggunaan, batang tubuh, dan indeks. Bagian-bagian batang tubuh kamus meliputi hal-hal berikut. 

1. Lema, berupa kata tunggal, kata majemuk, kata ulang, afiks, bahkan akronim yang disusun seara alfabetis. Biasanya, penulisan lema dibuat cetak tebal dan ditulis dengan pemenggalan berdasarkan pedoman EYD. 
Contoh: 
in.for.ma.si n 1 orang yang memberi informasi;…..
in.for.ma.tif a bersifat memberi informasi; bersifat menerangkan; ……

2. Label, merupakan penjelasan tentang ragam bahasa, bidang ilmu, kelas kata, dan daerah atau negara asal dari kata yang dimaksud. 
Contoh: 
a.Label kelas kata 
a (adjektiva), adv (adverbia), n (nomina), num (numeralia), p (partikel), pron (pronomina), v (verba)
b. Label akronim 
akr (akronim) 
c. Label kependekan 
kp (kependekan)
d. Label bidang ilmu
Bio (biologi)

3. Makna merupakan penjelasan mengenai medan makna dari kata atau lema yang bersangkutan. Apabila sebuah kata memiliki makna lebih dari satu, namun masih dalam medan makna yang sama (polisemi), maka penjelasannya diberi nomor. Penjelasan tersebut biasanya dilengkapi dengan contoh pengunaan dalam kalimat. 
Contoh: 
me.dia n 1. alat; 2. alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, teles-isi, film, poster, dan spanduk;  3. yang terletak di antara dua pihak (orang, golongan, dsb): wayang bisa dipakai sbg — pendidikan; ……

4. Sublema, memuat kata yang bersangkutan yang telah mengalami proses afiksasi. 

Contoh:
'slar v, me.nyi.ar.kan v 1 meratakan ke mana-mana: 
ter.si.ar v telah diumumkan; 
si.ar.an n yang disiarkan (di berbagai-bagai arti): 
per.si.ar.an ark n pengumuman; 
pe.nyi.ar n 1 orang yang menyiarkan; 
pe.nyi.ar.an n proses, cara, perbuatan menyiarkan


Daftar Pustaka : Departemen Pendidikan Nasional