Memahami Lafal, Tekanan, Intonasi, dan Jeda pada Siaran Berita

Penggunaan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda sering kita jumpai pada penyiar berita. Berita atau peristiwa, baik di radio maupun televisi, biasanya hanya dituturkan sekali saja tanpa ada pengulangan. Oleh karena itu, kita harus mendengarkan siaran berita tersebut dengan cara yang efektif sehingga mampu memahami isinya. Keefektifan tersebut sangat bergantung pada proses dan prinsip mendengarkan. Apabila kita dapat menerapkan proses dan prinsip dalam mendengarkan, dengan sendirinya akan memudahkan kita dalam menangkap isi siaran. 

1. Proses Mendengarkan 
Proses menuju keberhasilan mendengarkan siaran berita, tuturan langsung, atau pembacaan teks dapat dilakukan melalui langkah-langkah: 

a. mendengarkan suara sampai jelas, 
b. berkonsentrasi kepada materi siaran,
c. menangkap materi siaran secara sadar, 
d. menyesuaikan diri dengan ide-ide pokok siaran, dan 
e. memberikan reaksi atas ide-ide pokok siaran. 

2. Prinsip-prinsip Mendengarkan 
Beberapa prinsip yang hendaknya dimiliki dalam kegiatan mendengarkan, yaitu sebagai berikut. 

a. Bersiap untuk mendengarkan dengan pikiran terbuka, baik fisik maupun psikis. Artinya siap untuk memulai mendengarkan dengan tanpa beban apapun dalam pikiran dan tubuh pendengar. Di samping itu, pendengar bisa memilih tempat dengan tepat, bisa menyesuaikan diri, dan menyingkirkan hal dan sikap-sikap negatiflainnya. 
b. Memahami ide siaran atau tuturan langsung, baik ide sentral, penunjang, struktur ide, dan kesimpulan. c. Menilai ide dan fakta dalam siaran atau tuturan langsung dan generalisasinya. 
d. Memberikan sambutan atas ide siaran atau tuturan langsung dibuktikan dengan berhasil membuat catatan terhadap ide yang dimaksud. 
e. Memotivasi diri untuk mencatat dan membuat laporan berupa ikhtisar isi siaran atau tuturan langsung secara lengkap dan benar. Jika perlu membandingkan hasil tangkapan ikhtisar diri sendiri dengan pihak lain. 
f. Mencari hal-hal yang menarik, baru, tepat, dan berguna dari isi siaran atau tuturan langsung sesuai dengan urutan materi. 
g. Menangkap teknik penguraian dari siaran atau tuturan langsung yang meliputi ilustrasi, logika, bukti, kata-kata terpilih, tata bahasa, dan kesan mendalam pada isinya. 
h. Berlatih mendengarkan berbagai jenis isi siaran atau tuturan langsung untuk memperluas pandangan dan pengetahuan pendengar. 

3. Faktor keefektifan mendengarkan 
Faktor yang memengaruhi keefektifan mendengarkan, antara lain, sebagai berikut. 

a. Fisik komunikator dan komunikan, misalnya kesehatan, organ atau alat bicara, dan alat dengar kedua belah pihak. 
b. Psikis kedua belah pihak, misalnya, keegoismean, prasangka, kebosanan, kepicikan, dan sebagainya. 
c . Pengalaman kedua belah pihak terhadap isi siaran informasi. 
d. Bahan pembicaraan dalam siaran informasi. 
e. Situasi saat berlangsungnya siaran informasi, misalnya, ventilasi, suhu, kebisingan, sinar, waktu, dan dekorasi.
f. Kesibukan, pikiran, minat, pengalaman, asosiasi, dan perasaan pendengar.


Daftar Pustaka : Departemen Pendidikan Nasional