Memilih Kata, Bentuk Kata, dan Ungkapan yang Tepat

Salah satu faktor keefektifan berbahasa adalah bagaimana ketepatan kita dalam memilih kata. Ketepatan pemilihan kata ini berhubungan dengan kosa kata dan makna kata. Keefektifan berbahasa sangat kita butuhkan ketika menulis. Banyaknya kosa kata akan memudahkan kita mengungkapkan pikiran secara tepat dan jelas, sehingga pembaca pun akan mudah menangkap isi tulisan. 

1. Kata 
Kata merupakan satuan bebas terkecil yang bermakna. Kata dapat terdiri atas satu morfem dan dapat juga terdiri atas beberapa morfem. Misalnya, kata berkenalan terdiri atas morfem ber-, -an, dan kenal. Sebuah kata dapat dibentuk beberapa turunannya. Misalnya, kata budaya dapat menjadi berbudaya, membudayakan, kebudayaan, membudaya, budayawan. Perubahan bentuk kata tersebut menyebabkan perubahan kelas kata dan maknanya. Jika sebuah kata berpadu antara bentuk dan makna, makna kata akan menjadi akurat dalam konteks kalimat. Di dalam menyusun kalimat, kita harus cermat memilih kata dari segi ketepatan bentuk, ketepatan makna gramatikal, dan ketepatan makna leksikalnya. Ketidakcermatan terhadap ketiga hal tersebut akan menimbulkan kesalahan berbahasa sehingga kalimat yang kita susun menj adi tidak baku. 

Contoh: 
Orang itu membom sebuah gedung sekolah. (Salah) 
Orang itu mengebom sebuah gedung sekolah. (Benar) 

2. Ungkapan 
Ungkapan atau idiom adalah kelompok kata untuk menyatakan sesuatu maksud dalam arti kias. Ungkapan dibentuk oleh kata-kata yang polanya terbentuk/tersusun secara tetap. Kata-kata itu tidak dapat diubah susunannya dan tidak dapat pula disisipi dengan kata lain. Makna dari tiap-tiap kata itu melebur membentuk makna baru. Berdasarkan pemakaian dan pilihan kata yang dijadikan ungkapan, macam ungkapan dapat dikelompokkan sebagai berikut. 

a. Ungkapan dengan bagian tubuh 
Contoh: 
- kecil hati = penakut 
- tebal muka = tidak mempunyai rasa malu 
- panjang lidah = suka mengadu 

b. Ungkapan dengan kata indra Contoh: 
- perang dingin = perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
- uang panas = uang yang tidak halal 
- tertangkap basah = tertangkap ketika sedang beraksi 

c. Ungkapan dengan nama warna 
Contoh: 
- lampu merah = isyarat yang membahayakan 
- masih hijau  = belum berpengalaman 
- Iembah hitam = tempat maksiat 

d. Ungkapan dengan benda-benda alam Contoh: 
- kabar angin = berita yang isinya belum jelas 
- bintang lapangan = pemain terbaik 
- kej atuhan bulan = mendapat untung 

e. Ungkapan dengan nama binatang 
Contoh: 
- kambing hitam = orang yang disalahkan 
- kuda hitam = pemenang yang tidak diunggulkan 
- buaya darat = laki-laki yang senang mengumbar nafsunya 

f. Ungkapan dengan bagian-bagian tumbuhan Contoh: 
- sebatang kara = hidup seorang diri 
- naik daun = mendapat nasib baik 
- buah pena = karangan 

g. Ungkapan dengan kata bilangan 
Contoh: 
- berbadan dua = sedang mengandung 
- diam seribu bahasa = tidak berkata sepatah kata pun 

Ungkapan telah lama dikenal dalam perbendaharaan bahasa Indonesia. Ungkapan umumnya merupakan warisan nenek moyang, dalam hal ini masyarakat Mela.yu tradisional pada masa lampau. 

Dalam bahasa Inggris, ungkapan disebut idiom. Idiom berfungsi menyatakan maksud dengan arti tak sebenarnya.


Daftar Pustaka : Departemen Pendidikan Nasional