Menulis dengan Memanfaatkan Kategori Kelas Kata

Sebuah kalimat sederhana dapat diperluas dengan menambahkan keterangan pada frasa-frasa kalimat tersebut. Keterangan yang dapat ditambahkan adalah keterangan tempat, waktu, alat, dan cara. Perhatikan contoh berikut. 

a. Iwan menulis surat. (kalimat sederhana) 
b. Iwan menulis surat di kamarnya. (keterangan tempat) 
c. Iwan menulis surat pada malam hari. (keterangan waktu) 
d. Iwan menulis surat menggunakan bolpoin baru. (keterangan alat)
e. Iwan menulis surat dengan hati-hati. (keterangan cara) 

Dalam bahasa Indonesia, keterangan tempat selalu terdiri atas kata depan seperti ke, dari, dalam, ke atas, ke bawah, ke dalam, ke luar, dari atas, dan dari bawah. Adapun keterangan cara memberikan keterangan tambahan bagaimana suatu peristiwa, kegiatan, atau keadaan itu berlangsung. 

Keterangan cara dapat diikuti dengan kata benda, tetapi dapat juga diikuti dengan kata sifat. Keterangan waktu menunjuk lamanya suatu proses atau keadaan berlangsung, atau keadaan sesuatu, yang penggunaannya didahului dengan numeralia. Dalam pemakaian, keempat kata keterangan itu dapat dikom-binasikan, misalnya, keterangan tempat dan keterangan waktu, atau dapat juga keterangan cara dipadukan dengan keterangan tempat dan keterangan waktu.

Menulis dengan Menggunakan Kata Berimbuhan yang Menyatakan Proses dan Hasil 

Penggunaan kata berimbuhan yang menyatakan proses dan hasil terdapat pada imbuhan asli Indonesia maupun imbuhan asing. Beberapa contoh kata yang menyatakan proses, antara lain, sebagai berikut. 

a. Imbuhan me- seperti pada menata, menulis, dan menabung. 
b. Imbuhan me(N)-kan seperti pada menayangkan, menebarkan, dan menuliskan. 
c. Imbuhan ber- seperti pada bergembira, berdoa, dan bernyanyi. 
d. Imbuhan pe(N)-an seperti pada penayangan, penebangan, dan pendaftaran. 
e. Imbuhan —isasi seperti pada standarisasi, industrialisasi, dan sentralisasi. 

Beberapa contoh kata berimbuhan yang menyatakan hasil, antara lain, sebagai berikut. 
a. Imbuhan —an seperti pada tendangan, pukulan, dan hukuman. 
b. Imbuhan pe(N)-an seperti pada pendanaan, pendulangan, dan penataan. 
c. Imbuhan per-an seperti pada pertobatan, perdamaian, dan persatuan.


Daftar Pustaka : Departemen Pendidikan Nasional