Menulis Hal-Hal Penting dari Narasumber

Pernahkah kamu melakukan wawancara? Mungkin di antara kamu baru beberapa saja yang pernah melakukannya. Meskipun demikian, kamu tentu pernah bahkan sering menyimak wawancara baik di televisi maupun radio. Pada waktu menyimak wawancara, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, yaitu 

1. mendengarkan dengan cermat uraian yang disampaikan narasumber, 

2. mencatat hal-hal penting yang disampaikan narasumber, 

3. menuliskan informasi yang diperoleh dari narasumber dalam bentuk kalimat singkat.

Menceritakan Tokoh Idola

Setiap orang pasti punya tokoh idola,tidak terkecuali kamu.wawancara berikut memaparkan seorang tokoh yang tengah menjadi idola remaja.

Mengungkapkan Hal-Hal yang Dapat Diteladani 

Kamu tentu mengenal beberapa tokoh seperti, Ir. Soekarno, Ki Hajar Dewantara, Chairil Anwar, ataupun Anton M. Moeliono. Mereka memiliki sesuatu yang istimewa dan dapat dijadikan teladan bagi yang lain. 

Riwayat kehidupan mereka telah banyak dibukukan dalam bentuk biografi. Tokoh yang dimuat dalam biografi, biasanya memiliki andil atau peran yang besar dalam sejarah kehidupan manusia. Buku biografi memuat aktivitas yang luar biasa yang dilakukan oleh seorang tokoh. Keistimewaan tersebut menumbuhkan dorongan atau motivasi diri kita khususnya pembaca agar dapat meneladaninya. 

Menulis Puisi tentang Keindahan Alam 

Membaca puisi tentu sudah sering kamu lakukan. Banyak puisi di surat kabar, majalah, maupun buku-buku yang dapat kamu baca. Bagaimana dengan menulis puisi? Kali ini kamu akan diajak berlatih menulis puisi. Dalam menulis puisi, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, yaitu 

1. Menentukan tema 

Banyak tema yang dapat kamu angkat dan tuangkan dalam bentuk puisi. Misalnya, keindahan alam, kasih sayang, maupun masalah kehidupan lain yang ada di sekitarmu. 

2. Suasana Puisi

Suasana puisi Suatu puisi menggambarkan perasaan, pikiran, dan keinginan penulis terhadap apa yang dirasa, didengar, maupun dilihat oleh indra mereka. Pengungkapan penulisan puisi yang satu berbeda dengan yang lain. Puisi yang menyatakan kebahagian akan menggunakan bahasa yang indah, lembut, dan romantis, sementara puisi yang menyatakan ketidaksukaan atau protes diungkapkan dengan bahasa yang sinis, lugas, keras, dan sebagainya.

3. Mendaftar kata-kata yang dianggap cocok 

Puisi diwarnai oleh ungkapan maupun kiasan. Misalnya, Tuhan, aku telah berdusta selalu dan menjauh darimu. Kata yang dicetak miring akan terdengar indah dan memiliki nilai rasa daripada kata penuh salah. 

4. Memilih diksi 

Diksi atau pilihan kata akan sangat menentukan keindahan dan kebermaknaan puisi. Kata-kata dalam puisi cenderung konotatif dan kias sehingga akan memberikan nilai rasa tertentu. Misalnya, Hidupnya yang malang selalu bermandikan (air mata, peluh, keringat). Kata yang tepat adalah air mata. 

5. Menulis puisi 

Setelah menentukan tema, suasana, dan diksi, kamu dapat menyusun puisi secara utuh. Inspirasi yang dapat membantu mengembangkan imajinasimu, misalnya mimpi, harapan, fantasi, benda, bunga, maupun alam. 


Daftar Pustaka : PUSAT PERBUKUAN