Menyimpulkan Gagasan dan Pendapat dari Narasumber

1. Mendengarkan wawancara 

Kamu tentu sering melihat ataupun mendengarkan wawancara, bukan? Wawancara dilakukan untuk memperoleh keterangan ataupun pendapat tentang suatu masalah. Orang yang mewawancara disebut pewawancara, sedangkan orang yang diwawancarai disebut narasumber. 

Berikut merupakan wawancara antara Bapak Edy Kusnanto selaku Kepala Kantor PT Pos Indonesia Wilayah (Kakanwil) VII Jawa Tengah dengan wartawan Media Halo.

2. Menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber 

Kamu tentu sudah menangkap isi wawancara tersebut, bukan? Setelah mencatat pokok-pokok isi wawancara tersebut, kamu dapat menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan dari narasumber. Penyimpulan pikiran, pendapat, dan gagasan dari narasumber tersebut dapat kamu lakukan dengan merangkai pokok-pokok wawancara secara padat dan singkat.

3. Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen 

Cerpen atau cerita pendek, yaitu cerita rekaan yang memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi dan satu waktu hingga memberikan kesan tunggal terhadap pertikaian yang mendasari cerita tersebut. Jika kamu membaca cerpen, harus memerhatikan beberapa unsur. Unsur-unsur yang termuat dalam cerpen adalah sebagai berikut. 

1. Tema, yaitu sumber gagasan atau ide cerita yang dikembangkan menjadi sebuah karangan. 

2. Alur, yaitu unsur peristiwa sebab-akibat yang menjalin suatu cerita. 

3. Penokohan, yaitu pelaku-pelaku dalam cerita. 

4. Setting atau latar, yaitu waktu dan tempat serta keadaan sosial yang digunakan pengarang dalam menyusun cerita. 

5. Sudut pandang, yaitu tempat atau letak di mana seseorang melihat objek karangan. Apabila pengarang dalam bercerita menyebutkan nama aku, berarti menggunakan sudut pandang orang pertama. Apabila pengarang menyebut dia, berarti menggunakan sudut pandang orang kedua, sedangkan jika pengarang bebas menceritakan apa yang dialami oleh semua tokoh, berarti menggunakan sudut pandang serba tahu. 

Membaca cerpen merupakan membaca indah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca indah, yaitu: 

1. memahami karya sastra yang akan dibaca, 

2. membaca dengan lafal yang jelas dan intonasi yang tepat, 

3. membaca dengan wajar sebagaimana layaknya orang berbicara, 

4. kesesuaian ekspresi dengan pokok-pokok gagasan yang terkandung dalam teks.


4. Menemukan Gagasan Utama dalam Teks 

Setiap wacana atau bacaan mengandung informasi atau permasalahan. Informasi tersebut tersaji dalam suatu paragraf. Suatu paragraf terdiri atas satu gagasan utama yang dirangkai dengan beberapa kalimat penjelas. Gagasan utama atau kalimat utama dapat terletak di awal paragraf, tengah paragraf, di akhir paragraf, maupun di awal dan di akhir paragraf. 

5. Mengubah Teks Wawancara Menjadi Narasi 

Teks wawancara merupakan bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab antara pewawancara dan narasumber. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. Narasi merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. 

Agar kamu dapat menarasikan teks wawancara dengan baik, lakukan langkah-langkah berikut.

1. Bacalah teks wawancara dengan cermat. 

2. Catatlah pokok-pokok isi wawancara. 

3. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara. 

4. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi.

5. Lengkapilah nara si dengan bagian penutup.

Daftar Pustaka : PUSAT PERBUKUAN