Organisasi Kelompok-Kelompok Studi Pelajar-Mahasiswa

Setelah Budi Utomo yang disusul dengan organisasi-organisasi lain, para pelajar dan mahasiswa juga tidak mau ketinggalan. Mereka membentuk kelompok-kelompok belajar (studie club) yang ternyata menjadi perintis terbentuknya organisasi-organisasi pemuda di kemudian hari.

Tri Koro Darmo 
Tri Koro Darmo berarti tiga tujuan mulia, yaitu sakti, budi, bakti. Tri Koro Darmo berdiri di Jakarta pada tahun 1915. Tokoh-tokohnya adalah R. Satiman, Wiriosandjoyo, Kadarman, dan Sunardi. Menurut para pendirinya, organisasi ini hanya diperuntukkan bagi para pemuda dan pelajar asal dua daerah, yaitu Jawa dan Madura. Tujuannya untuk menambah pengetahuan umum bagi anggota-anggotanya, serta mempelajari dan mendalami segala bahasa dan budaya. Dalam kongresnya di Solo pada tahun 1918, nama Tri Koro Darmo diganti menjadiJongJava. Kegiatannya hanya berkisar dalam bidang sosial dan budaya, seperti pemberantasan buta huruf, kepramukaan, dan kesenian. Dalam kongresnya pada tahun 1922, dijelaskan bahwa Jong Java tidak mencampuri urusan politik. Anggota-anggotanya dilarang berpolitik atau menjadi anggota dari organisasi politik. 

Jong Sumatranen Bond 
Perkumpulan persatuan pemuda pelajar asal Sumatera adalah Jong Sumatranen Bond. Organisasi ini bertujuan untuk memperkokoh hubungan antarpemuda pelajar asal Sumatera dan kepada anggota-anggotanya ditanamkan kesadaran menyongsong kemerdekaan di kemudian hari. Jong Sumatera Bond berdiri di Jakarta pada tahun1915. Tokoh-tokohnya adalah Mohammad Hatta dan Muhammad Yamin. Perkumpulan pemuda kemudian banyak bermunculan dengan pola Jong Java dan Jong Sumatra seperti Jong Pasundan, Jong Minahasa, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Perkumpulan Pemuda Betawi, Sekar Rukun Sunda, dan Timorees Verbond. 

Perhimpunan Pelajar-Pelajar lndonesia
Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia didirikan pada tahun 1925 di Jakarta oleh para mahasiswa Bandung dan Jakarta. Keanggotaannya terbuka untuk seluruh pelajar dari seluruh daerah. Organisasi ini bertujuan memperjuangkan Indonesia merdeka. Oleh karena itu, anggota-anggotanya dianjurkan belajar dengan sebaik-baiknya agar di kemudian hari menjadi pemimpin bangsa yang tangguh. Mereka menyadari bahwa untuk mencapai Indonesia merdeka, harus ada persatuan dan kesatuan. Artinya, organisasi-organisasi pemuda sebelumnya yang bersifat kedaerahan harus lenyap atau melebur dalam wadah yang sama. Begitu pula tokoh-tokoh pergerakan nasional lainnya yang saling bertentangan satu sama lain harus segera diakhiri. Dalam aksi-aksinya, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPI) bersikap anti imperialisme. Tokoh-tokohnya yang terkenal di antaranya adalah Abdullah Sigit, Sugondo, Suwiryo, Sumitro, Reksosaputro, Muhammad Yamin, A.K. Gani, Muhammad Tamzil, Sunarko, Sumanang, dan Amir Syarifuddin.


Jong Indonesia 
Jong Indonesia berdiri pada tahun 1927 di Bandung dan bersifat nasional. Namanya kemudian diubah menjadi Pemuda Indonesia (Putra) dan Putri Indonesia (Putri). Sebelumnya pada tanggal 30 April sampai 2 Mei 1926 diselenggarakan Kongres Pemuda Indonesia I di Jakarta oleh suatu komite yang diketuai oleh Tabrani, bersama-sama dengan Bander Johan, Sumarto, Jan Tulle, Soulehuwij, dan Paul Pinontoan. Kongres dihadiri oleh wakil-wakil dari Jong Java, Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Minahasa, Sekar Rukun Sunda, dan lain-lain. Kongres itu bertujuan menanamkan kerja sama perkumpulan-perkumpulan pemuda untuk menjadi dasar perjuangan ke arah persatuan pemuda Indonesia dalam arti yang lebih luas. Usul-usul untuk membentuk perkumpulan pemuda Indonesia dalam kongres itu ternyata tidak berhasil karena sifat kedaerahan masih sangat kuat. Oleh karena itu, pada tanggal 15 Agustus 1926 beberapa pengurus organisasi mewakili organisasinya masing-masing mengadakan pertemuan di Jakarta untuk membicarakan suatu badan tetap bagi kepentingan pemuda Indonesia. Hasil pertemuan itu pada tanggal 31 Agustus 1926 disahkan menjadi anggaran dasar suatu organisasi baru yang kemudian disebut Jong Indonesia. Jong Indonesia adalah organisasi yang bersifat permanen dan berdiri di luar organisasi-organisasi terdahulu. 

Daftar Pustaka : YUDHISTIRA