Pengertian Pasar Abstrak Menurut Ilmu Ekonomi, Jenis dan Ciri Transaksi

Untuk melakukan transaksi jual beli di pasar abstrak, penjual dan pembeli bisa saja tidak bertemu secara fisik, melainkan hanya berkomunikasi melalui surat, telepon, dan dapat juga melalui telegram/ facsimile/internet. Misalnya, Bu Yati yang berada di Yogyakarta ingin membeli mobil milik Pak Suranto yang berada di Jakarta. Proses jual beli dilakukan melalui surat dan telepon dalam rangka mencapai kesepakatan harga terhadap mobil yang diperjualbelikan. Hubungan jarak jauh yang mereka lakukan dalam rangka mencapai kesepakatan harga dan jenis barang yang diperjualbelikan tersebut merupakan contoh pasar tidak nyata (abstrak). 

Perhatikan juga contoh berikut ini! Bu Wahyu dan Bu Yuni bertemu dalam sebuah arisan di kantor. Bu Wahyu menawarkan dagangan berupa perabot rumah tangga kepada Bu Yuni. Bu Wahyu tidak membawa barang, melainkan brosur yang memuat foto perabot rumah tangga beserta harga. Proses tawar menawar dalam rangka mencapai kesepakatan harga dan barang yang akan diperjualbelikan tersebut juga merupakan pasar abstrak. Dalam kehidupan ekonomi, istilah bursa sering digunakan dan menggantikan istilah pasar, walaupun pada dasarnya mempunyai pengertian yang sama. Namun, istilah bursa lebih identik dengan pasar abstrak lebih dari pasar konkret. Berikut adalah beberapa contoh pasar abstrak:

a. Pasar uang (Money Market): 
Pasar yang terlibat dalam kegiatan jual beli instrumen dana-dana jangka pendek atau kurang dari satu tahun antara institusi keuangan, perusahaan dan pemerintah. Instrumen ini berupa surat-surat yang meliputi pinjaman sewaktu-waktu (call money), SBPU (Surat Berharga Pasar Uang), dan SBI (Sertifikat Bank Indonesia) .

b. Bursa komoditi: 
Pasar tempat transaksi komoditi-komoditi seperti teh, tembakau, timah dan sebagainya. Dalam bursa ini, yang ditunjukkan adalah contoh komoditi, disertai dokumen tentang harga, kualitas, dan cara pengiriman. 

c. Bursa valuta asing: 
Tempat memperjualbelikan valuta asing. Dalam perdagangan valuta asing, dikenal istilah kurs. Kurs adalah nilai mata uang suatu negara yang dinyatakan dengan nilai mata uang negara yang lain. Jadi apabila dinyatakan kurs dolar Amerika terhadap rupiah adalah 8.500, ini berarti 1 dollar Amerika sebanding dengan Rp 8.500. Selain itu, juga dikenal kurs jual dan kurs beli. Pada umumnya, kurs jual sedikit lebih tinggi dibandingkan kurs beli. Selisih antara kedua kurs inilah yang menjadi keuntungan untuk para penjual valuta asing. Misalnya, kurs jual US$1=Rp 8.333, dan kurs beli US$ 1.00=Rp 8.289. Apabila kamu membutuhkan 1 dollar Amerika, maka kamu harus menyediakan Rp 8.333. Sebaliknya, apabila kamu punya 1 dollar Amerika, dan membutuhkan rupiah, maka kamu akan mendapatkan Rp 8.289. 


d. Pasar modal (bursa efek): 
Tempat atau kegiatan jual beli instrumen dana-dana jangka panjang atau lebih dari satu tahun. Dana-dana yang diperjualbelikan dapat berupa saham, obligasi, dan surat-surat berharga lainnya. 
Saham (stock) adalah surat yang menyatakan bahwa seseorang telah menyerahkan sejumlah modal untuk ikut menjadi pemilik suatu perusahaan. Obligasi adalah surat pernyataan pinjaman dengan bunga tertentu dari pemerintah/ perusahaan yang dapat diperjualbelikan. 
Pelaksana perdagangan di bursa efek haruslah anggota bursa yang disebut sebagai pialang (broker). Pialang adalah perantara perdagangan yang menghubungkan pedagang yang satu dengan yang lain, atau antara penjual dan pembeli.

e. Bursa tenaga kerja: 
Tempat pertemuan antara pen-cari kerja dan pihak-pihak yang membutuhkan tenaga kerja, baik tenaga kerja dalam negeri maupun luar negeri.

Daftar Pustaka : Erlangga