Peninggalan Kolonial di Bidang Budaya

Dibandingkan peninggalan politik dan ekonomi, peninggalan budaya tampak paling dominan, khususnya dari Belanda. Hampir di semua ibu kota propinsi RI sekarang (juga kota besar lainnya yang berumur lebih dari 300 tahun) dapat dijumpai peninggalan kolonial di bidang budaya. Peninggalan paling kentara berupa gedung, monumen, benteng, dan bangunan lainnya. Berikut iini beberapa contoh diantaranya, 

Jembatan Engelsche Brug 
Jembatan ini terletak tidak jauh dari Jalan Kali Besar, Jakarta, atau sekitar 300 meter ke sebelah selatan tower pelabuhan. Dibangun pada tahun 1618, ter-buat dari kayu. Namanya Engelsche Brug atau English Bridge. Pada tahun 1629, jembatan ini pernah dihancurkan, tetapi kemudian dibangun kembali. 

Jembatan Cikuda (Sumedang, Jawa Barat) 
Jembatan ini dibangun sekitar tahun 1921 oleh Staatsspoorwegen. Kereta api yang melewati jalur ini tidak hanya digunakan untuk mengangkut penumpang, melainkan juga mengangkut hasil perkebunan. 

Gedung Stadhuis 
Bangunan Stadhuis ini terletak di Jalan Taman Fatahillah, Jakarta. Mulai dibangun pada awal abad ke-16 dan selesai pada tahun 1712, atas perintah Gubernur Jendral Jan van Hoorn. Bangunan menyerupai Balai Kota Amsterdam ini berfungsi sebagai Stadhuis (Balaikota), digunakan untuk mengurus keperluan masyarakat seperti izin perkawinan, usaha, dan bangunan. Gedung ini berfungsijuga sebagai sebagai College van Schepen (Dewan Kotapraja) yang menangani berbagai perkara hukum pidana dan perdata antar warga kota. Sekarang gedung ini menjadi Museum Jakarta.

Westzidsch Pakhuzen
Gedung di Jalan Pasar Ikan, Jakarta, ini dibangun pada tahun 1652. Ketika itu, berfungsi sebagai gudang rempah-rempah. Tembok yang mengelilingi bangunan adalah pembatas kota Batavia dari jaman Belanda. Di depan gedung, Menara Syahbandar yang dibangun pada tahun 1839. Menara ini untuk ,ngawasi kapal yang keluar masuk pelabuhan Sunda Kelapa. Sekarang bangunan menjadi Museum Bahari. (lihat gambar 3-5)

Municipal Theatre 
Gedung di Jalan Gedung Kesenian No. 1 Jakarta, ini dimaksudkan sebagai tempat seniman berekspresi. Ide munculnya gedung ini berasal dari Gubernur Jenderal Belanda, Daendels. Kemudian direalisasikan oleh Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814. Awalnya gedung ini bernama Municipal Theatre, Schouwburg, atau dengan sebutan "Gedung Komidi". Sekarang bangunan itu menjadi Gedung Kesenian Jakarta 

Societeit Concordia 
Gedung di Jalan Asia Afrika, Bandung, ini didirikan pada tahun 1879 oleh ar-sitek Belanda van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemakers. Gedung yang kemudian disebut Gedung Merdeka, tempat berlangsung Konferensi Asia Afrika tahun 1955. 

Gedung Aneta 
Gedung terletak di Jakarta ini dibangun pada abad ke-19. Sejak awal dekade 1920-an, gedung ini berfungsi sebagai Kantor Berita Aneta (Algemeene Niews en Telegraaf Agentschap). Sekarang gedung ini menjadi Kantor Berita Antara. 

Gouvernements Bedrijven Kantoor 
Gedung di pusat kota Bandung ini mulai dibangun pada tahun 1920. Perancang-nya adalah arsitek Belanda Ir. J. Gerber dari Landsgebouwendients (Jawatan Gedung Negara), dibantu oleh sebuah tim dari Burgerlijke Openbare Werken (Departemen Pekerjaan Umum) dan Gemeentelijk Bouwbedriff (Perusahaan Bangunan Kotapraja). Gedung ini berfungsi sebagai instansi pemerintahan. Sekarang gedung ini menjadi Kantor Gubernur Jawa Barat (Gedung Sate) 

Riswijk
Gedung di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta ini didirikan pada tahun 1796, semasa pemerintahan Gubernur Jendral van Overstraten.
Kemudian,disempurnakan pada tahun 181.2 oleh Raffles. Sejak tahun 1816, gedung ini dijadikan sebagai kediaman Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Sekarang gedung ini menjadi Istana Merdeka. 

Paleis Weltvreden 
Tahun 1809, pemerintah Hindia Belanda membangun istana yang menghadap ke lapangan parade Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng), Jakarta. Bangunan ini selesai pada masa Gubernur Jenderal Du Bus, tahun 1825. Pelaksananya adalah Ir. Tramp. Bangunan ini digunakan untuk tugas sehari-hari para Gubemur Jenderal. Sekarang bangunan ini menjadi gedung Mahkamah Agung. 

KPM Kantoor 
Gedung di Jalan Merdeka Timur, Jakarta, ini di bangun pada tahun 1916. Gedung ini berfungsi sebagai Kantor KPM (Koninklijke Paketvaart Matschappij), yang mengurus perhubungan laut. Sekarang gedung ini menjadi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. 

Gedung Raad van Justitie 
Gedung di Jalan Pos Kota, Jakarta, ini dibangun antara tahun 1866-1870. Gedung ini berfungsi sebagai Raad van Justitie atau Dewan Kehakiman Belanda. Sekarang gedung ini menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik. 

Holandsche Kerk 
Gedung di Jalan Pintu Besar Utara, Jakarta, ini dibangun pada tahun 1640. Mulanya gedung ini berfungsi sebagai sebagai gereja bernama Oude Holandsche Kerk. Pada tahun 1732, gereja ini mengalami perbaikan dan berubah namanya menjadi Nieuwe Holandsche Kerk. Di halaman gedung terdapat kuburan untuk para pejabat Belanda yang meninggal di Batavia. Pejabat yang dikubur di sini antara lain Jan Pieterzoon Coen. Setelah mengalami perombakan total, pada tahun 1939, gedung ini dijadikan museum bernama de Oude Bataviasche Museum atau Museum Batavia Lama. Sekarang gedung ini menjadi Museum Wayang. 

Paleis Buitenzorg 
Bangunan di Bogor ini didirikan Gubernur Jenderal Belanda, Baron van Imhoff, pada tahun 1745. Mulanya, bangunan ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan. Kemudian, bangunan ini dipakai sebagai tempat kediaman resmi para gubernur jenderal dan pejabat pemerintahan Hindia Belanda, sejak tahun 1870 hingga 1942. Sekarang bangunan ini menjadi Istana Bogor.

Komplek Kebun Raya Bogor 
Kebun seluas 111 hektar ini didirikan pada tahun 1817. Letaknya di sekitar 'zng...mgan Istana Bogor. Pendirinya adalah Dr C.G. Reinwardt, ahli Botani Belanda. Di kebun ini terdapat kira-kira 20.000 jenis tanaman, yang terdiri dari berbagai macam tanaman atas dalam maupun luar negeri, termasuk anggrek dan kaktus. Kebun ini dilengkapi perpustakaan, laboratorium, dan museum zoologi. 

Soerabaia Gouverneure Kantoor
Gedung ini terletak di Aloen-Aloen straat dan Joharlaan (sekarang J1. Pahlawan Surabaya). Gedung ini mulai dibangun pada Mei 1929 oleh NV. Nedam, selesai pada Agustus 1931, dan mulai digunakan pada 10 Desember 1931. Arsiteknya adalah Ir. W. Lemei. Sekarang gedung ini menjadi Kantor Gubernur Jawa Timur (Jatim). 

Soerabaia Hoogere Burgerschool 
Gedung ini terletak di HBS straat (sekarang J1. Wijayakusuma, Surabaya). Gedung ini dibangun pada tahun 1923. Arsiteknya adalah J. Gerber. Gedung ini sekarang digunakan untuk SMUN I, II, V, dan IX. 

Gedung NIAS 
Gedung Nederland Indische Artsen School (NIAS) terletak di Viaduct straat (sekarang J1. Dharmahusada, Surabaya). Dibangun pada tahun 1920-1922, dengan arsitek bernama Wiemans. Gedung tersebut sekarang ditempati oleh Fakultas Kedokteran Umum Universitas Airlangga Surabaya. 
Benteng 

Fort Veredeburg 
Benteng ini terletak berseberangan dengan Gedung Agung, Yogyakarta. Benteng berbentuk persegi dan dikelilingi parit ini dibangun VOC pada tahun 1765. Tujuannya adalah mengawasi kegiatan di istana Mataram sekaligus melindungi kepentingan VOC. Untuk tujuan itu, benteng dilengkapi dengan ruang pengintai dan kubu pertahanan di keempat sudutnya, yang memudahkan tentara VOC mengetahui gerakan musuh.

Fort Rotterdam (Makassar, Sul-Sel) 
Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh raja Gowa bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Benteng berbahan dasar tanah liat ini berbentuk persegi, dengan corak arsitektur Portugis. Model- nya sama dengan benteng di Eropa abad ke-16 dan 17. Setelah VOC berkuasa, benteng itu dibangun kembali dengan nama Fort Rotterdam. Pada masa itulah, benteng ini menjadi salah satu pusat pemerintahan dan perdagangan VOC di Indonesia bagian timur. 

Fort Speelwijk 
Benteng ini terletak di Desa Kasemen, Serang, Banten. Benteng ini didirikan oleh VOC pada tahun 1685, pada tahun masa pemerintahan Sultan Banten Abu Nasr Abdul Qohhar. Dalam benteng ini dahulu terdapat ruang komandan, gereja, gudang senjata, kantor administrasi, toko-toko VOC, dan kamar dagang. Ruang pengintai terletak di atas tembok sebelah utara. Lingkungan benteng di tepi Sungai Cibanten dahulu merupakan tempat penarikan bea/ pajak masuk bagi kapal-kapal yang singgah di pelabuhan Banten. Sebelah timur benteng terdapat komplek makam orang-orang Eropa. 

Fort Marlborough 
Benteng yang terletak di Bengkulu ini merupakan peninggalan Inggris. Benteng ini dibangun EIC pada tahun 1713-1719, atas perintah Gubernur Jenderal Joseph Callet. Benteng ini merupakan benteng kedua terkuat di Asia, setelah Fort George di Madras, India. 

Fort Vastenburg 
Sebelumnya benteng ini bernama Grootmoedigheid, didirikan oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff pada tahun 1745 sebagai benteng pertahanan tentara VOC di wilayah Jawa Tengah. Benteng ini didirikan di pusat Surakarta, dekat dengan Keraton Kasunanan agar dapat lebih mudah mengawasi gerak gerik Keraton Kasunanan Surakarta. Di era Nederlands Indie, benteng ini meniadi pelindung tempat kerja Gubernur Belanda (Soerakarta Gouverneure Kantoor).

Benteng  ini dibangun di ketinggian kota Bukittinggi pada tahun 1825, sewaktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan terhadap Belanda. Di sekitar benteng terdapat meriam-meriam dari abad ke-19. Benteng ini dimaksudkan untuk mengatasi Perang Paderi. 

Fort Victoria 
Benteng yang terdapat di Maluku ini didirikan oleh Portugis pada tahun 1575, lalu diambil alih Belanda pada tahun 1602. Kini banyak bagian bangunan yang sudah rusak, tetapi tembok yang menghadap ke teluk tetap terpelihara. Bangunan bagian dalam sudah diperbaiki untuk tempat para tentara. Dari benteng inilah, dikerahkan tentara Belanda untuk menumpas pemberontakan Saparua.


Daftar Pustaka : Erlangga