Permasalahan Kualitas Penduduk di Indonesia

Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kualitas SDM didasarkan pada tingkat kesehatan, pendidikan, dan pendapatan penduduk. 

Tingkat Kesehatan 

Kondisi kesehatan di Indonesia belum menunjukkan kemajuan berarti. Kondisinya masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina. Kondisi demikian terjadi karena masih rendahnya tingkat pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang ada masih belum memenuhi kebutuhan seluruh penduduk.

Tingkat Pendidikan 

Pendidikan merupakan modal pembangunan yang penting disamping kesehatan. Kemajuan ekonomi disebabkan oleh keberhasilan dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan. Kemajuan pendidikan yang terdapat di Indonesia dapat dilihat dari lama sekolah dan tingkat melek huruf penduduk.

1. Lama sekolah Lama seseorang bersekolah dapat menunjukkan tingkat pendidikannya. Lama sekolah penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Artinya, tingkat pendidikan masyarakat Indonesia rata-rata masih berada pada taraf pendidikan dasar. 

2. Tingkat melek huruf Seseorang dikatakan melek huruf jika orang tersebut dapat membaca atau tidak buta huruf. Angka melek huruf merupakan salah satu indikator kualitas penduduk suatu wilayah atau negara. Kemajuan tingkat melek huruf yang dicapai Indonesia tergolong pesat. Tingkat Pendapatan per kapita Tingkat pendapatan per kapita (Percapita Income = PcI) adalah rata-rata pendapatan penduduk suatu negara dalam satu tahun. Pendapatan perkapita secara umum menggambarkan kemakmuran suatu negara. Pendapatan perkapita di Indonesia kurang dapat menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia, hal ini karena tidak meratanya kemakmuran dan pendapatan rakyatnya. 

Dampak Permasalahan Penduduk terhadap Pembangunan 

Permasalahan kependudukan membawa dampak bagi pembangunan di Indonesia. Dampak-dampak tersebut dapat dilihat di bawah ini.

 1. Ketidakmerataan penduduk menyebabkan tidak meratanya pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini menyebabkan masih terdapatnya daerah tertinggal, terutama daerah-daerah pedalaman yang jauh dari pusat kota. 

2. Ledakan penduduk akibat angka kelahiran yang tinggi menyebabkan semakin tingginya kebutuhan penduduk akan perumahan, bahan pangan, dan kebutuhan tersier lainnya. 

3. Ledakan penduduk juga menyebabkan angka beban ketergantungan menjadi lebih tinggi. Hal ini disebabkan angka usia non produktif lebih besar daripada usia produktif. 

4. Arus urbanisasi yang tidak diimbangi dengan pendidikan dan keterampilan yang cukup menimbulkan masalah pengangguran, kriminalitas, prostitusi, munculnya daerah kumuh, dan kemiskinan di daerah perkotaan. Hal tersebut dapat menghambat pembangunan, baik di daerah pedesaan (daerah asal) maupun daerah perkotaan (daerah tujuan).

5. Timbulnya berbagai masalah kerusakan lingkungan akibat pertambahan penduduk manusia. 

6. Masalah kemacetan lalu lintas dapat mengurangi arus mobilitas penduduk, barang, dan jasa yang akan berakibat pada terhambatnya perkembangan ekonomi penduduk.


Daftar Pustaka : ERLANGGA