Proses Pembentukan Muka Bumi

Seperti yang telah diungkapkan pada Kegiatan Belajar 6, menurut teori Nebula bahwa bumi kita terbentuk bersamaan dengan terbentuknya satu sistem tata surya. Bumi pada awalnya adalah berupa gas panas kemu-dian berubah menjadi cairan dan pada akhirnya menjadi lebih dingin sehingga kerak bumi menjadi padat mengeras. 

Jika dipandang dari angkasa, bumi bercahaya seperti batu menyala-nyala dalam tata surya. Sejak zaman Pythagoras (500 SM), bentuk bumi dikenal bulat. Cladius Ptolemy mengumpulkan daftar pengamatan intensif yang menunjukkan bahwa bumi berbentuk bola. Christoper Columbus (1451-1506) mengetahui bahwa bumi adalah bulat dan ia berpikir dapat menemukan jalan pintas (shortcut) ke Hindia (Indies) dengan berlayar ke barat. Akan tetapi, dengan memakai nilai-nilai Ptolemy, Columbus mendapatkan pelayarannya lebih jauh daripada yang diperkirakannya. Bumi tidak benar-benar bulat, karena ia berotasi mengelilingi sumbunya. 

Bumi berbentuk dempak (spheroid), yaitu berbentuk sebuah bola namun sedikit rata pada kutubnya, sehingga jari-jari polar (jarak dari pusat bumi ke kutub) lebih pendek daripada jari-jari ekuatornya, yaitu jarak dari pusat bumi ke setiap titik pada ekuator. Rujukan internasional tentang dimensi bumi yang diadopsi oleh IUGG (Inter-national Union of Geodesy and Geophysic) mempunyai pendekatan sebagai berikut. 

Jari-jari polar = 6.357 km = 3.951 mil 
Jari-jari ekuator = 6.378 km = 3.964 mil 
Jari-jari rata-rata = 6.371 km = 3.960 mil 

Luas permukaan bumi dengan mudah dapat dihitung dari radiusnya, yaitu 510 juta km2. Massa bumi dapat ditentukan dari gaya gravitasi yang dilakukan dan diperoleh 5,98 x 1027gram. 


TERBENTUKNYA BUMI 
Bumi yang terbentuk berupa materi padat tanpa air dan dikelilingi awan gas. Radiasi berbagai material dan meningkatnya tekanan di dalam bumi secara bertahap menghasilkan panas yang sanggup mencairkan bagian dalam bumi. Berbagai material berat seperti besi menjadi tenggelam
sedangkan material ringan seperti silika (batuan yang terdiri dari silikon dan oksigen) muncul ke permukaan bumi dan membentuk lapisan keras kulit bumi yang pertama. 

Panasnya perut bumi juga menyebabkan zat-zat kimia di dalam bumi muncul ke permukaan. Beberapa zat kimia membentuk air dan ada juga yang menjadi gas-gas yang membentuk atmosfer. Selama lebih dari jutaan tahun secara perlahan-lahan air berkumpul di tempat-tempat yang rendah dan membentuk lautan. Daratan berkembang di bumi, air hujan, dan sungai melarutkan garam dan berbagai substansi dalam batuan yang selanjutnya dibawa menuju lautan, sehingga membuat air laut menjadi asin.

Daftar Pustaka : PT.PHIBETA ANEKA GAMA