Reaksi Indonesia terhadap Inggris Dalam Bidang Politik

Pada tahun 1604, EIC tiba di Ternate, Tidore, Banda, dan Ambon, di bawah pimpinan Sir Henry Middleton. Di tempat-tempat itu Inggris mendapatkan perlawanan dari saingan bebuyutannya, VOC. Kemudian, EIC mendirikan kantor dagangnya di Jayakarta, Jepara, dan Makassar, Aceh, dan Ambon. Pendirian kantor dagang di Ambon berdasarkan kesepakatan diplomatik antara Belanda dengan Inggris di Eropa. Kesepakatan itu memaksa VOC agar memberi kesempatan kepada EIC untuk mendirikan kantor dagang di sana. 

Pada tahun 1622, terjadi pembantaian terhadap orang-orang Inggris yang melawan VOC. Sejak pembantaian itu, Inggris mengalihkan perhatiannya ke daerah Asia lain. Peristiwa itu menunjukkan kegagalan Inggris dalam menerapkan monopoli perdagangannya di Indonesia. Karena kegagalan itu, tidak ada reaksi yang berarti dari bangsa Indonesia terhadap Inggris.


Daftar Pustaka : Erlangga