Sebab-Sebab Penyimpangan Sosial

Penyimpangan sosial umumnya disebabkan oleh proses sosialisasi yang kurang sempurna. Apabila agen sosialisasi tidak menjalankan fungsinya dengan baik dan benar, penghayatan dan penerapan nilai-nilai dan norma-norma pun akan mengalami hambatan atau kegagalan. Hal seperti ini dapat terjadi dalam sebuah keluarga yang berantakan. Keluarga yang seperti itu akan menghasilkan seorang anak yang tidak mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anggota keluarga. Ia juga tidak mengenal disiplin dan sopan santun. Hal ini disebabkan peran orang tua sebagai agen sosialisasi tidak dilakukan dengan semestinya. Contoh lainnya dapat kita temui pada media massa (cetak ataupun elektronik) yang gencar menyuguhkan informasi, berita-berita, atau tayangan yang kurang proporsional. Bila tidak diimbangi dengan penjelasan yang memadai, hal tersebut dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan jiwa anak. Tentu kita masih ingat kejadian beberapa waktu yang lalu mengenai aksi kekerasan yang dilakukan anak-anak setelah menonton sebuah acara kekerasan di televisi. 

Selain sebab-sebab yang diuraikan di atas, penyimpangan sosial juga dapat terjadi karena pertentangan antara pesan yang disampaikan agen-agen sosialisasi. Selain itu, penyimpangan sosial juga dapat terjadi karena pertentangan antara norma kelompok dan norma masyarakat. 

A. Pertentangan Antaragen Sosialisasi 
Ada kalanya pesan-pesan yang disampaikan oleh agen sosialisasi yang satu bertentangan dengan agen sosialisasi lainnya. Contohnya, orang tua mengajarkan bahwa merokok itu tidak baik kepada anaknya. Sementara itu, banyak media yang mengiklankan rokok dengan sangat menarik. Di dalam kelompoknya, si anak telah memiliki banyak teman sebaya dan orang-orang yang sudah menjadi perokok. Situasi seperti ini membingungkan si anak. Jika ia mengikuti pesan orangtuanya, ia akan menyimpang dari nilai dan norma kelompoknya. Jika ia mengikuti pesan dari kelompok bermainnya, ia akan menyimpang dari nilai dan norma keluarganya. Lama-kelamaan, si anak menjadi tertarik untuk merokok dan dapat menjadi perokok. Hal ini disebabkan pengaruh untuk melakukan penyimpangan lebih kuat. 

B. Pertentangan Norma Kelompok dan Norma Masyarakat
Perilaku menyimpang juga terjadi dalam kelompok masyarakat yang memiliki norma-norma yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat pada umumnya. Misalnya, orang-orang yang tinggal di lingkungan kumuh sibuk dengan usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini menyebabkan kurangnya perhatian terhadap etika dan sopan santun. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa pengucapan kata-kata kasar, membuang sampah sembarangan, atau membunyikan radio dengan keras merupakan hal yang biasa. Namun bagi masyarakat umum, hal-hal itu dianggap sebagai perilaku menyimpang. 


Daftar Pustaka : ERLANGGA