Sejarah Berdirinya Perhimpunan Indonesia (PI)

Pada tahun 1916, untuk pertama kalinya para mahasiswa Indonesia yang belajar di negeri Belanda mendirikan sebuah perkumpulan yang dinamakan Indische Vereeniging (IV). Pada mulanya perkumpulan itu hanya sebagai sarana pengikat hubungan persaudaraan dan kekeluargaan di antara mereka. Dari perkumpulan itu diharapkan akan terbentuk studi klub studi klub tempat mereka bisa saling membantu dalam hal belajar. Namun, ternyata Indische Vereeniging berkembang sebagai sebuah organisasi politik yang berpengaruh besar dalam pergerakkan nasional di tanah air. Selain membentuk studi klub, mereka juga menerbitkan majalah Hindia Putera sebagai media komunikasi. Kedatangan tiga serangkai Indische Partij yaitu Cipto Mangunkusumo, Douwes Dekker, dan Suwardi Suryaningrat ke negeri Belanda juga tidak kecil pengaruhnya terhadap kegiatan Indische Vereeniging. 

Perasaan nasionalisme para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda makin kuat. Pada tahun 1922 Indische Vereeniging diganti menjadi Indonesische Vereeniging. Pada tahun 1924 organisasi itu kembali berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Selain itu, Majalah Hindia Putera diubah dengan nama Indonesia Merdeka. Organisasi ini juga membuat lambang untuk Indonesia di antaranya sebagai berikut: 

1) Merah Putih sebagai bendera; 

2) kepala banteng sebagai lambang kekuatan; 

3) Pangeran Diponogoro sebagai panutan perjuangan.

gabungkan diri dengan League Against Imperialism and for National Independence. Organisasi itu didirikan oleh seorang anggota Parleman Jerman bernama Munzenberg yang berpusat di Berlin. Dalam liga internasional itu tokoh-tokoh Perhimpunan Indonesia berkenalan dengan banyak mahasiswa Asia lainnya. Mereka itu antara lain Pandit Jawaharlal Nehru dari India, dan Hafes Ramdhan Bey dari Mesir. 


Daftar Pustaka : YUDHISTIRA