Sejarah Perlawanan Perang Saparua (1817)

Latar Belakang 

• Pemerintah kolonial menurunkan tarif hasil bumi yang wajib diserahkan, sementara pembayarannya cenderung tertunda-tunda.

• Pemerintah kolonial memberlakukan kembali penyerahan wajib dan wajib kerja.

• Pemerintah kolonial memberlakukan uang kertas, sedangkan rakyat Maluku telah terbiasa dengan uang logam.

• Pemerintah kolonial menggerakkan para pemuda Maluku untuk mau menjadi prajurit Belanda.

Tokoh Perlawanan

• Thomas Matulesia (Kapitan Pattimura)

• Anthony Reebok

• Philip Latumahina

• Daniel Sorbach

Proses Perlawanan

• Rakyat Maluku di bawah pimpinan Thomas Matulesia mengajukan daftar keluhan kepada Residen van den Bergh. Keluhan itu mengenai tindakan semena-mena pemerintah kolonial yang menyengsarakan rakyat.

• Karena keluhan tidak digubris, rakyat Maluku menyerbu dan merebut benteng Duurstede di Saparua, pada tanggal 16 Mei 1817.

• Pada awal Agustus 1817, benteng Dtturstede dapat direbut kembali oleh Belanda. Perlawanan rakyat Maluku berlangsung secararbergerilya.

• Perlawanan rakyat Maluku berakhir dengan menyerahnya Thomas Matu-lesia dan kawan-kawan kepada Liman Pietersen. Setelah diadili di Ambon, sebagian besar tokoh perlawanan dijatuhi hukuman mati.


Daftar Pustaka : Erlangga