Sejarah Singkat Kerajaan Ho-ling (Kalingga)

Kerajaan Ho-ling berada di Jawa Tengah. Keberadaan kerajaan itu, dibuktikan dengan Prasasti Tukmas. Prasasti itu ditulis dengan huruf Pallawa berbahasa Sanskerta, tetapi tidak berangka tahun. Isi prasasti ini mengenai sebuah mata air yang jernih dan bersumber dari sebuah sungai yang disamakan dengan Sungai Gangga di India. Selain tulisan, dalam prasasti itu ada pula gambar-gambar seperti sanka, cakra, trisula, kendi dan teratai yang merupakan lambang dewa-dewa agama Hindu.

Sejak tahun 674 Masehi, Kerajaan Ho-ling diperintah oleh seorang ratu bernama Ratu Simo. Ia memerintah dengan keras tetapi jujur dan bijaksana. Ratu Simo memerintah dengan tegas agar rakyatnya hidup jujur, disiplin, dan selalu taat terhadap peraturan dan titahnya. : Siapa pun yang bersalah harus dijatuhi hukuman tanpa membeda-bedakannya. 

Berita Cina dari Dinasti Tang menyebutkan Kerajaan Ho-ling menghasilkan kulit penyu, cula badak, gading, emas, perak, dan lain-lain. Masyarakatnya hidup dari pertanian, perdagangan, dan kegiatan-kegiatan perekonomian lainnya. Rumah-rumah penduduk dipagar dengan kayu dan beratapkan daun nipah. Istana ratu dibangun bertingkat, maksudnya mungkin berupa panggung atau bertiang tinggi, sedangkan singgasananya terbuat dari gading bertahtakan emas. Masyarakat Ho-ling bila makan selalu dengan tangan dan tidak dengan sumpit seperti orang Cina. Mereka juga suka minum minuman keras yang dibuatnya sendiri dari mayang kelapa yang disadap. Sebagian masyarakat Ho-ling menganut agama Hindu dan sebagian menganut agama Buddha, tetapi masih lebih banyak lagi yang tetap pada kepercayaan leluhurnya. 

Perkembangan Kerajaan Ho-ling selanjutnya tidak diketahui dengan jelas. Kemungkinan kerajaan itu dipindahkan ke Jawa Timur. Di Malang (Jawa Timur), di Desa Dinoyo ditemukan sebuah prasasti berangka tahun 760 Masehi yang isinya mengenai pembuatan sebuah arca Agastya. Kemungkinan di daerah itu mereka mendirikan kerajaan baru yang bernama Kerajaan Kanjuruhan di Desa Kejuron, karena di desa itu terdapat Candi Badut yang di dalamnya terdapat sebuah lingga. 


Daftar Pustaka : YUDHISTIRA