Sejarah Singkat Kerajaan Singosari

Setelah berhasil meraih kemenangan atas Kerajaan Kediri, Ken Arok mendirikan Kerajaan Singosari sekaligus menjadi rajanya dengan gelar Sri Rangga Rajasa Amurabhumi. Ken Arok dianggap sebagai pendiri dinasti baru, yaitu Dinasti Rajasa atau Girindrawangsa. Ken Arok tidak dikenal dalam sumber-sumber lain, kecuali dari dua kitab kuno, yaitu Kitab Pararaton dan Negarakertagama. 

Dalam kedua kitab itu antara lain diceritakan mengenai asal usul Ken Arok yang dengan licik membunuh Tunggul Ametung, kemudian mengambil Ken Dedes sebagai isterinya. Di bawah pemerintahannya, Singosari tumbuh dan berkembang menjadi kerajaan besar yang disegani. Setelah masa pemerintahan Ken Arok, pergantian raja dalam rentang waktu singkat terjadi. Mereka saling membunuh karena dendam. Rantai dendam itu terus berurai sampai runtuhnya Kerajaan Singosari. 

Kertanegara adalah raja Singosari terbesar dan terkenal dalam berbagai bidang, seperti pemerintahan, politik, pertahanan dan keamanan juga dalam bidang agama. Ia bahkan raja Jawa pertama yang mencita-citakan persatuan dan kesatuan seluruh wilayah Nusantara dalam satu naungan, yaitu naungan Kerajaan Singosari. 

Bersamaan dengan pemerintahan Kertanegara di Pulau Jawa, Cina diperintah oleh Kaisar Khubilai Khan asal Mongolia. Khubilai Khan ingin menanamkan pengaruhnya atas daerah-daerah di luar Cina. Untuk mengantisipasi pengaruh Kaisar Cina itu, Kertanegara menjalankan politik luar negeri dengan menanamkan pengaruhnya terhadap daerah-daerah di luar Pulau Jawa dengart cara mengadakan hubungan persahabatan dan penaklukkan. Pada tahun 1275, Kertanegara mengirim tentaranya ke Melayu yang dikenal dengan Ekspedisi Pemalayu. Pengiriman tentaranya bertujuan mengikat persahabatan dengan Melayu untuk bersama-sama menaklukkan Sriwijaya yang akan dijadikan pusat pertahanan menghadapi serangan tentara Cina. Kerajaan Melayu pada waktu itu diperintah oleh Sri Maharaja Mauliwarmadewa. Ia mendapat hadiah dari Kertanegara berupa sebuah arca Buddha Amoghapasha yang sangat indah. Pada tahun 1284, Kertanegara juga mengirim tentaranya ke Bali, kemudian Pahang, Sunda, Gurun (Maluku), dan Bakulapura (Kalimantan Barat Daya). Selain itu, Kertanegara juga mengadakan persahabatan dengan Raja Jayasinghawarman III dari Kerajaan Campa. Untuk mempererat hubungan persahabatan, seorang puteri Kerajaan Singosari yang bernama Tapasi dipersembahkan kepada Raja Campa itu. 

Sementara itu, Kaisar Khubilai Khan dari Cina mengirim utusannya ke Singosari dengan maksud memaksa Kertanegara mengakuinya sebagai Yang Dipertuan Agung. Pengiriman utusan Cina yang terjadi pada tahun 1280, 1281, 1286, dan terakhir pada tahun 1289, membuat kesal Kertanegara. Utusan Cina yang bernama Meng Chi disiksa terlebih dahulu sebelum diizinkan kembali ke negaranya. Perbuatan Kertanegara itu merupakan penghinaan terburuk dalam sejarah hubungan antar bangsa yang sudah tentu membuat Kaisar Khubilai Khan marah besar. Ia segera menyiapkan tentara dalam jumlah besar untuk menaklukkan Singosari. Ternyata pada waktu tentara Cina tiba di PuIau Jawa, Kertanegara telah meninggal pada tahun 1292 karena diserang oleh Jayakatwang. Sesuai dengan agama yang dianutnya, Kertanegara didharmakan di Candi Jawi sebagai Shiwa Buddha dan di Sagala ia didharmakan bersama permaisurinya yang diwujudkan sebagai Wairocana Locana, sedangkan di Candi Singosari sebagai Bhairawa. 


Daftar Pustaka : YUDHISTIRA