Semangat Kebangsaan (Nasionalisme dan Patriotisme)

Sebelum membahas materi tentang nasionalisme, marilah kita menyanyi lagu "Gebyar-Gebyar" seperti di samping ini secara bersama-sama. 

1. Nasionalisme 
Semangat kebangsaan biasa disebut juga dengan istilah nasionalisme. Nasionalisme berasal dari kata nation (bangsa). Bangsa adalah sekelompok manusia yang hidup dalam suatu wilayah tertentu dan memiliki rasa persatuan yang timbul karena kesamaan pengalaman sejarah, serta memiliki cita-cita bersama yang ingin dilaksanakan di dalam negara yang berbentuk negara nasional. 

Nasionalisme adalah suatu gejala psikologis berupa rasa persamaan dari sekelompok manusia yang menimbulkan kesadaran sebagai suatu bangsa. Nasionalisme merupakan hasil dari pengaruh faktor politik, ekonomi, sosial, dan intelektual yang terjadi dalam lingkungan kebudayaan melalui proses sejarah (historis).

Unsur-Unsur Nasionalisme 

Semangat kebangsaan (nasionalisme) yang ada pada diri seseorang tidak datang dengan sendiri, tetapi dipengaruhi oleh unsur-unsur sebagai berikut. 

1) Perasaan nasional, sifatnya bisa ke luar dan ke dalam diri seseorang. 

2) Watak nasional.

3) Batas nasional, yaitu yang memberikan pengaruh emosional dan ekonomis pada diri individu. 

4) Bahasa nasional.

5) Agama. 

6) Peralatan nasional. 


Timbulnya Nasionalisme 

Nasionalisme muncul di belahan negara-negara dunia, baik di kawasan Asia, Eropa, maupun Amerika. Akan tetapi, faktor penyebab timbulnya nasionalisme di Asia dan di Amerika berbeda. Nasionalisme Eropa muncul disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut. 

1) Munculnya paham rasionalisme dan romantisme. 

2) Munculnya paham aufidarung dan kosmopolitanisme. 

3) Terjadinya Revolusi Perancis. 

4) Reaksi atas agresi yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte. Nasionalisme yang terjadi di negara-negara Asia muncul karena faktor-faktor berikut. 

1) Adanya kenangan akan kejayaan masa lampau. 

2) Imperalisme. 

3) Pengaruh paham Revolusi Perancis. 

4) Adanya kemenangan Jepang atas Rusia. 

5) Piagam Atlantic Charter. 

6) Timbulnya golongan terpelajar. 

Tujuan Nasionalisme

 Pada dasarnya nasionalisme yang muncul di banyak negara memiliki tujuan sebagai berikut. 

1) Menjamin kemauan dan kekuatan mempertahankan masyarakat nasional melawan musuh dari luar negara sehingga melahirkan semangat rela berkorban.

2) Menghilangkan ekstremisme (tuntutan yang berlebihan) dari warga negara (individu dan kelompok). 

Bertolak dari hal di atas, tujuan pokok dari nasionalisme, khususnya yang terjadi di negara Asia adalah sebagai berikut.

Akibat Nasionalisme 

Nasionalisme yang muncul di beberapa negara membawa akibat beraneka ragam, bahkan terkadang sangat bertentangan dengan tujuan nasionalisme itu sendiri. Akibat munculnya nasionalisme di beberapa negara, pada timbul hal-hal sebagai berikut. 

1) Negara nasional (national state). 

2) Peperangan.

3) Imperialisme.

4) Proteksionisme. 

5) Akibat sosial. 

Tahap-Tahap Pertumbuhan Nasionalisme 

Berdasarkan waktu, munculnya semangat kebangsaan di dunia ini dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap. 

Tahap Pertama 
1) Perubahan sistem perekonomian, dari agraris feodalistis menjadi borjuis kapitalis. Akibatnya, melahirkan golongan pertengahan (golongan borjuis, middle class). 

2) Hubungan internasional terjadi antara raja dengan raja melalui ikatan perkawinan. 

3) Lahirnya merkantilisme, yaitu suatu politik perekonomian nasional yang ditujukan untuk menambah kekuasaan negara yang diwujudkan dalam diri raja dengan cara menimbun sebanyak mungkin kekayaan berupa emas dan perak, melakukan perluasan area perdagangan, merebut pasar bangsa lain dan peperangan (gold, gospeld and glory). 

4) Peranan golongan pertengahan yang besar dalam memakmurkan negara tetapi tidak bisa menikmati, dirasakan tidak adil. Akhirnya menimbulkan revolusi untuk menentang raja. Misalnya, Revolusi Puritan (1642), Revolusi Amerika (1776), dan Revolusi Perancis (1789). 

Tahap Kedua (Napoleon — Perang Dunia I) 
1) Hubungan internasional berlangsung berdasarkan pada kepentingan bangsa. 

2) Berlomba-lomba membangun industri, memperbesar hasil dan memperluas perdagangan. 

3) Kebutuhan bahan mentah dan melimpahnya hasil industri (imperialisme modern) 

4) Meletusnya Perang Dunia I (1914-1919).

5) Middle class nationalisme. 

Tahap Ketiga (1920 — Perang Dunia 
1) Munculnya pengakukan terhadap semua golongan masyarakat sebagai suatu bangsa. 

2) Lahirnya jinggoisme dan chauvinisme. 

3) Meletusnya Perang Dunia II. 

4) Sesudah Perang Dunia lI, muncul internasionalisme sebagai akibat dari adanya perkembangan teknologi kemunikasi dan transportasi. Dengan demikian adanya kebergantungan ekonomi dan ketakutan akan perang nuklir.

Faktor Pendorong Muncul Nasionalisme di lndonesia 

Munculnya semangat kebangsaan yang ada pada masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh faktor dari dalam (intern) dan faktor dari luar (ekstern). Faktor—faktor ekstern yang mempengaruhi munculnya nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut. 

1) Pengaruh paham-paham modern dari Eropa (liberalisme, humanisme, nasionalisme, dan komunisme). 
2) Gerakan pan-islamisme. 

3) Pergerakan bangsa terjajah di Asia.

4) Kemenangan Jepang atas Rusia. Sedangkan faktor—faktor intern yang mendorong munculnya nasionalisme di Indonesia adalah sebagai berikut. 

1) Timbulnya kembali golongan pertengahan, kaum terpelajar. 

2) Adanya penderitaan dan kesengsaraan yang dialami oleh seluruh rakyat dalam berbagai bidang kehidupan. 

3) Pengaruh golongan peranakan. 

4) Adanya keinginan untuk melepaskan diri dari imperialisme. 

Perbedaan Nasionalisme Asia dan Eropa 

Antara nasionalisme di Asia dan Eropa memiliki beberapa perbedaan seperti yang ditunjukkan tabel berikut. 

2. Patriotisme 
Patriotisme adalah sikap dan perilaku seseorang yang dilakukan dengan penuh semangat rela berkorban untuk kemerdekaan, kemajuan, kejayaan, dan kemakmuranbangsa. Seseorang yang memiliki sikap dan perilaku patriotik ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut. 

1) Rasa cinta pada tanah air. 

2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. 

3) Menempatkan persatuan, kesatuan, serta keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. 

4) Berjiwa pembaharu. 

5) Tidak mudah menyerah. 

Konsep patriotik tidak selalu terjadi dalam lingkup bangsa dan negara, tetapi juga dalam lingkup sekolah dan desa atau kampung. Kita mungkin bisa menemukan seorang siswa atau masyarakat berbuat sesuatu yang mempunyai arti sangat besar bagi sekolah atau bagi lingkungan desa atau kampung.

3. Konsep Lain yang Berhubungan dengan Nasionalisme dan Patriotisme 
Beberapa konsep atau istilah yang memiliki kaitan atau berhubungan dengan nasionalisme antara lain sebagai berikut. 

a. Chauvinisme 
Chauvinisme adalah rasa cinta tanah air yang berlebihan dengan mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain. Contoh chauvinisme seperti yang dikemukakan oleh Adolf Hitler dengan kalimat "Deutschland Uber Alles in der Welt" (Jerman di atas segala-galanya dalam dunia). Slo-gan ini kadang masih dipakai di Jerman untuk memberi semangat pada atlet dalam bertanding. Inggris juga punya slogan "Right or Wrong is My Country". Demikian pula Jepang yang menganggap bangsanya sebagai keturunan Dewa Matahari. 

b. Sukuisme 
Sukuisme adalah suatu paham yang memandang bahwa suku bangsanya lebih baik dibandingkan dengan suku bangsa yang lain, atau rasa cinta yang berlebihan terhadap suku bangsa sendiri. 

Daftar Pustaka : YUDHISTIRA