Sikap Terhadap Pelaku Penyimpangan Sosial

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyimpangan sosial dapat dibagi menjadi dua berdasarkan sifatnya, yaitu penyimpangan sosial negatif dan penyimpangan sosial positif. Hal tersebut dapat dilihat dalam sikap yang ditunjukkan terhadap pelaku penyimpang sosial, yaitu ada sikap negatif dan sikap postif. 

Sikap Negatif terhadap Pelaku Penyimpangan Sosial 

Salah satu sikap negatif terhadap penyimpangan sosial adalah sikap tidak peduli sama sekali terhadap penyimpangan yang terjadi. Hal ini dapat dilihat melalui contoh kasus tentang mencontek di dalam kelas. Misalnya, Rian teman sebangku Yono di dalam kelasnya. Pada saat ulangan, Yono melakukan tindakan curang, yaitu mencontek. Karena duduk di sebelahnya, Rian pun mengetahui perbuatan Yono. Akan tetapi, Rian bersikap seolah-olah tidak mengetahuinya. Mengapa Rian bersikap demikian? Kita dapat mengetahuinya karena Rian adalah teman Yono. Walaupun mereka tidak akrab, mereka duduk dalana bangku yang sama. Hal ini membuat adanya kedekatan batin di antara mereka. Rian bersikap seperti itu karena ia meyakini bahwa seorang teman tidak akan menyakiti teman dekatnya. Lagipula, Rian juga tidak mau dianggap sebagai teman yang "makan teman". Oleh karena itu, ia diam saja ketika tahu Yono mencontek. 

Sikap negatif lainnya terlihat pada sikap main hakim sendiri terhadap pelaku penyimpangan sosial. Contohnya ketika menangkap seorang pencuri. Kita tidak membawanya ke kantor polisi tetapi memukul atau melukainya. 

Contoh lain dari sikap negatif yang ditujukan kepada pelaku penyimpangan sosial dapat dilihat dari pasangan kumpul kebo. Di Indonesia, tradisi kumpul kebo bukanlah tindakan yang lazim dan tidak dapat diterima oleh masyarakat karena menyimpang dari norma sosial dan agama. Hal ini menyebabkan pasangan kumpul kebo yang ada di tengah-tengah masyarakat tidak dapat diterima oleh masyarakat dan harus diberi sanksi. Pemberian sanksi ini biasanya bersikap negatif karena dilakukan secara berlebihan. Jika pasangan kumpul kebo tertangkap basah oleh masyarakat, pasangan itu akan diarak keliling kampung, bahkan ada pula yang diarak hanya dengan pakaian dalam. Tidak hanya itu, ada pula pasangan kumpul kebo yang menjadi korban pengeroyokan yang dapat menyebabkan kematian. Hal ini dapat disebut sebagai sikap negatif terhadap penyimpangan sosial karena masyarakat mengambil tindakan berlebihan hingga nyawa seseorang melayang. Coba sebutkan contoh sikap negatif terhadap penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat! 


Sikap Positif terhadap Pelaku Penyimpangan Sosial 

Selain sikap negatif, reaksi terhadap penyimpangan sosial dapat diperlihatkan dengan menunjukkan sikap positif terhadap pelakunya. Sikap positif bukan berarti sikap membenarkan begitu saja penyimpangan sosial. Sikap positif merupakan sikap yang dianggap wajar atau sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Sikap ini dapat dibangun dengan kesanggupan menahan emosi dan menggunakan akal sehat dalam menghadapi penyimpangan sosiar.

Sikap positif dapat diperlihatkan melalui sikap simpati terhadap pelaku penyimpangan sosial. Sikap simpati membuat seseorang sanggup untuk memahami pandangan atau situasi pelaku penyimpangan sosial. Contohnya, Indah melihat Dian, teman sekelasnya hampir setiap hari tertidur di kelas. Indah bertanya apa yang dapat dilakukannya untuk menolong Dian. Untuk itu, Indah mengajak Dian untuk menceritakan mengapa Dian hampir setiap hari tertidur di kelas. Dari hasil pembicaraan mereka, Indah tahu bahwa penyebab Dian tertidur di kelas karena Dian kurang istirahat pada malam harinya. Dian selalu membaca buku sampai larut malam. Mendengar alasan Dian, Indah mencoba membantu Dian untuk mencari jalan keluar yang tepat. Dengan bantuan Indah, lama-kelamaan Dian tidak lagi tertidur di kelas. Dari pengalaman Indah dan Dian terlihat bahwa perasaan simpati memperkenankan orang untuk memperhatikan, memahami, dan menanggapi masalah orang lain.

Daftar Pustaka : ERLANGGA