Suprastruktur dan Infrastruktur Politik Indonesia

Suatu sistem politik yang berlaku pada suatu negara pada umumnya meliputi dua suasana kehidupan politik, yaitu suasana kehidupan politik pemerintahan dan suasana kehidupan politik rakyat.

Suasana kehidupan politik pemerintahan disebut dengan suprastruktur politik, yang meliputi kompleksitas yang bersanglait paut dengan kehidupan lembaga-lembaga negara, fungsi, dan wewenang lembaga negara, serta hubungan kekuasaan antarlembaga negara. Suprastruktur politik negara Indonesia diatur dalam UUD 1945, Tap. MPR, dan beberapa Undang-Undang, yang meliputi: 

1. Majelis Permusyawaratan Rakyat, yang anggotanya terdiri dari DPR dan DPD (dewa perwakilan daerah). 

2. Presiden dan Wakil Presiden, sebagai penyelenggara pemerintahan negara. 

3. Pemegang kekuasaan yudikatif, yang terdiri Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY). Suasana kehidupan politik rakyat disebut juga dengan infrastruktur politik, yang meliputi kompleksitas hal-hal yang bersangkut paut dengan pengelompokan warga negara atau anggota masyarakat ke dalam berbagai macam golongan yang biasanya disebut dengan kekuatan sosial politik masyarakat. Infrastruktur politik mempunyai unsur sebagai berikut. 

1. Partai politik yang didirikan secara formal dan memiliki kekuatan hukum, baik yang memenuhi syarat sebagai kontestan dalam pemilihan umum maupun belum atau tidak memenuhi syarat sebagai peserta pemilu. 

2. Kelompok kepentingan, yang mempunyai pengaruh terhadap hasl-hasil pemilihan umum serta kebijakan politik negara, seperti kelompok buruh, tani, pedagang, atau tokoh intelegensia / cendekia. 

3. Kelompok penekan, yang merupakan organisasi masyarakat yang mempunyai pengaruh sangat kuat (tinggi) terhadap kebijakan politik pemerintahan. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini kadang sulit diidentifikasi, namun diakui bahwa kinerjanya sangat mempengaruhi kebijakan politik negara. 

4. Media komunikasi massa, baik cetak maupun elektronik. 

5. Tokoh politik atau tokoh masyarakat, yang mempunyai pengaruh terhadap masyarakat. 

Suasana kehidupan politik pemerintahan (suprastruktur politik) dan suasana kehidupan politik rakyat (infrastruktur politik) pada dasarnya berbeda, tetapi tidak dapat dipisahkan karena memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Artinya berjalan dan berfungsinya suprastruktur politik sangat bergantung pada kualitas dan suasana kehidupan politik rakyat (infrastruktur politik), demikian juga sebaliknya. 


Daftar Pustaka : YUDHISTIRA