Teori Struktur Sistem Tata Surya

Pada awal kelahirannya, jagat raya yang kita diami ini adalah tempat yang sepi dan tidak memiliki kehidupan. Berdasarkan perhitungan terbaru dari para astronom, kehidupan baru mulai muncul paling tidak 500 juta tahun setelah Big Bang atau ledakan besar. Sebelumnya, saat bintang-bintang generasi pertama dan kedua baru muncul, jagat raya masih belum memiliki lingkungan yang cocok bagi kehidupan untuk berkembang. Teori menyebutkan bahwa kelahiran jagat raya ditandai dengan Big Bang, suatu ledakan yang menyebabkan jagat raya dipenuhi panas dan radiasi. Secara teori, diperlukan 300-an juta tahun untuk membuat jagat menjadi dingin kembali. Pada masa itu, lahirlah bintang-bintang generasi pertama yang terbentuk dari hidrogen dan sedikit helium. Bintang-bintang itu berukuran sangat besar, jauh lebih besar dari bintang masa kini dan beratnya mencapai 200 kali massa Matahari. Namun, mereka diperkirakan tidak hidup lebih dari beberapa juta tahun dan lebih cepat mati. Kematian bintang-bintang raksasa itu ditandai suatu ledakan supernova dahsyat, yang menyemburkan partikel-partikel ke ruang angkasa. Hasil ledakan bintang generasi pertama ini membentuk bintang-bintang bermasa kecil seperti Matahari. 

Tata Surya sering disebut "Sistem Matahari" (The Solar System), "Kerajaan Matahari" (The Kingdom ofThe Sun) atau "Keluarga Matahari" (The Sun and Its Family). Tata Surya merupakan suatu sistem yang terdiri dari Matahari, planet-planet, dan berbagai benda langit seperti satelit, komet, dan asteroida. Planet-planet berevolusi mengelilingi Matahari dengan orbit (garis edar) yang berbentuk elips. Beberapa planet mempunyai satelit. Satelit ini berputar mengelilingi planet dan bersama planet mengelilingi Matahari. Jadi tata surya merupakan sistem rotasi yang berpusat pada Matahari. 

Ilmu yang mempelajari bintang dan benda-benda angkasa lain disebut Astronomi, yang merupakansalah satu ilmu eksakta. Astronomi Yunani mencapai puncaknya dalam karya seninya Ptolemy sekitar 150 T.M. (Tarich Masehi) atau 150 A.D. (Anno Domini). Nama astronomi berasal dari bahasa Yunani yang artinya bintang (star). Setelah 76 tahun, Pluto berstatus sebagai planet. Namun, sejak Agustus 2006, persatuan ahli astronomi internasional memutuskan mengeliminir Pluto dari sistem tata surya. Pluto digolongkan sebagai anggota tata surya yang sejajar dengan Eris dan Ceres. 


Daftar Pustaka : PT. PHIBETA ANEKA GAMA