Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial dalam Keluarga

Dalam keluarga, terdapat norma keluarga, yaitu aturan-aturan yang ada dalam sebuah keluarga. Setiap keluarga memiliki norma yang berbeda-beda untuk mengatur kehidupan bersama. Keluarga memegang peranan penting bagi perkembangan kepribadian seseorang. Lingkungan keluarga adalah tempat proses sosialisasi pertama kali terjadi. Pada proses itu, terjadi penanaman nilai-nilai dan norma-norma dalam diri seseorang. Orangtua akan mengajarkan hal-hal yang dinilai baik pada anak-anaknya. Tujuannya agar ia dapat hidup dan diterima di masyarakat. 

Orang tua memegang peranan penting dalam mengawasi anggota keluarga agar tidak terjadi pelanggaran norma keluarga. Salah satu peran orangtua yang penting dalam menjaga perkembangan anaknya adalah dengan memberi kasih sayang. Dapat dipastikan bahwa kasih sayang sangat mendukung perkembangan anak menjadi lebih baik. 

Komunikasi antara anak dan orangtua perlu dilakukan dalam mengawasi perkembangan kepribadian anak. Komunikasi ini dapat membuat si anak menjadi terbuka kepada orangtuanya. Kadang-kadang, terbatasnya komunikasi membuat anak melakukan pelanggaran norma yang ada dalam keluarga, bahkan norma yang ada dalam masyarakat. Misalnya, banyak anak yang terjerumus dalam pemakaian obat-obatan terlarang karena kurangnya komunikasi antara si anak dan orangtuanya. 

Pencegahan penyimpangan sosial yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga adalah melalui pendidikan agama, pendidikan budi pekerti, memberikan contoh atau teladan yang baik, dan melakukan pengawasan. Banyak kasus kanakalan remaja berawal dari ketidakharmonisan hubungan dalam keluarga. Kurangnya kasih sayang dan lemahnya pengawasan orangtua membuat anak mencari perhatian di luar keluarga. Akibatnya, banyak remaja yang bermasalah karena perilaku yang menyimpang.

Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial di Masyarakat
Dalam masyarakat, terdapat norma-norma yang bertujuan untuk mengatur kehidupan bersama. Norma-norma itu tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat pemiliknya. 

Penyimpangan sosial yang melanggar norma-norma yang berlaku memerlukan adanya pengendalian sosial. Pengendalian sosial dapat berupa pencegahan. Pencegahan terjadinya penyimpangan sosial ada yang menekankan dengan cara kekerasan (pengendalian koersif). Pengendalian seperti ini bertujuan untuk membuat si pelaku jera dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. 

Pencegahan perilaku yang menyimpang dapat pula dilakukan dengan memberikan imbalan atau hukuman (reward and punishment). Cara pencegahan ini bersifat preventif. Seseorang akan diberi imbalan atas tindakannya agar ia berperilaku sesuai dengan nilai dan norma sosial yang berlaku. Pencegahan penyimpangan sosial di masyarakat juga dapat dilakukan melalui penyuluhan-penyuluhan. Misalnya, kepolisian suatu daerah memberikan penyuluhan di sekolah-sekolah tentang bahaya pemakaian narkoba atau himbauan atau ajakan dari tokoh-tokoh masyarakat untuk menjauhi tindakan kriminal.


Daftar Pustaka : ERLANGGA