Contoh Kehidupan Sosial dan Budaya di Indonesia

Kehidupan sosial dan budaya di berbagai daerah di Indonesia berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan oleh berbagai faktor antara lain faktor peradaban, perhubungan, wawasan pengetahuan, dan perkembangan teknologi. Berbagai ciri kehidupan sosial dan budaya di berbagai daerah di Indonesia dapat dilihat dari segi berikut ini.

  • Agama
Kehidupan beragama sangat beragam. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan kehidupan beragama dipengaruhi adat, kebiasaan, dan kepercayaan yang diturunkan leluhur mereka. Contohnya adalah kebiasaan para petani membuat sesaji terlebih dahulu sebelum menanam bibit di sawah. 

Para nelayan mempersembahkan sesaji untuk "dewa laut" sebelum mencari ikan. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan kehidupan beragama sudah tidak lagi dipengaruhi oleh adat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat masa lalu. 

Hal ini karena pengaruh informasi yang mudah diperoleh, pengetahuan, dan teknologi informasi yang sudah berkembang baik. Secara resmi agama yang diakui oleh negara adalah Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, dan Buddha.

  • Kekerabatan
Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia mempunyai sistem kekerabatan yang tidak jauh berbeda. Kekerabatan merupakan bentuk hubungan kekeluargaan yang hidup di masyarakat. Kekeluargaan dapat diartikan sebagai hubungan sedarah dalam satu keluarga baik saudara kandung yang berasal dari bapak dan ibu yang sama, saudara tiri, saudara ipar, serta kerabat yang lain.

Nilai kekerabatan ini diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Antarwarga yang bertetangga dalam satu kampung merupakan saudara. Sesepuh kampung atau ketua adat menjadi panutan masyarakat. Di wilayah perkotaan tidak ada yang disebut sesepuh, yang ada adalah tokoh masyarakat, ketua RT, dan ketua RW.

  • Organisasi Sosial
Organisasi sosial dengan berbagai bentuk dan tujuan berkembang di masyarakat. Tujuan organisasi biasanya adalah untuk meningkatkan nilai kekeluargaan dalam melaksanakan tugas-tugas di masyarakat. Organisasi tersebut di antaranya adalah karang taruna, Lembaga Musyawarah Desa (LMD), Badan Perwakilan Desa (BPD), serta berbagai perangkat pemerintahan desa sampai ke tingkat rukun tetangga (RT).

  • Perekonomian
Kegiatan perekonomian berhubungan dengan keadaan sumber daya alamnya. Letak geografis sangat berpengaruh terhadap ketersediaan sumber daya alam dan mata pencaharian penduduk setempat. Wilayah yang berada di pantai, kepulauan, pedesaan, dan pegunungan akan mempunyai tata perekonomian yang beragam.

Contoh Kehidupan Sosial dan Budaya di Indonesia

Sebagian besar penduduk yang tinggal di daerah pegunungan bekerja sebagai petani yang mengolah tanah perkebunan. Penduduk di daerah pantai sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Lain halnya dengan wilayah perkotaan, perekonomian digerakkan oleh berbagai macam kegiatan usaha jasa, keahlian, dan perdagangan.
  • Bahasa
Berbagai macam bahasa daerah dipergunakan oleh berbagai suku bangsa di berbagai daerah. Masyarakat Jawa Barat menggunakan bahasa Sunda. Masyarakat Lombok (Nusa Tenggara Barat) menggunakan bahasa Sasak. Di Sumbawa masyarakatnya menggunakan bahasa Sumbawa. 

Bahasa daerah penduduk di Provinsi Sumatra Utara adalah Batak. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional mempunyai peran sebagai bahasa pemersatu antarpenduduk yang berbeda bahasa. Namun, beberapa daerah yang terpencil atau masyarakat yang sudah lama tinggal di daerah biasanya kurang memahami bahasa Indonesia. 

  • Seni dan Budaya
Kebudayaan dan kesenian daerah misalnya tarian daerah, adat istiadat, rumah adat, upacara adat, alat musik daerah, dan senjata khas daerah. Kelompok seni daerah yang berkembang misalnya ketoprak di Jawa Tengah, lenong di Jakarta, dan ludruk di Jawa Timur.


Daftar Pustaka: Yudhistira