Contoh Upaya dan Peran Serta Usaha Pembelaan Negara

Contoh Tindakan Usaha Pembelaan Negara - Keikutsertaan setiap warga negara dalam usaha pembelaan negara bukan hanya merupakan hak tetapi juga kewajiban yang harus dipenuhi. Tingkatan kewajiban tersebut bervariasi sesuai dengan kedudukan dan tugas masing-masing. Uraian berikut akan disajikan contoh-contoh tindakan upaya membela negara dari masing-masing komponen bangsa.

Upaya membela negara yang paling nampak diperankan oleh TNI sejak perang kemerdekaan sampai masa reformasi saat ini. Contoh-contoh tindakan upaya membela negara yang dilakukan TNI antara lain menghadapi ancaman agresi Belanda, menghadapi ancaman gerakan federalis dan separatis APRA, RMS, PRRUPERMESTA, Papua merdeka, separatis Aceh (GSA), melawan PKI, dan DI/TII. 

Demikian pula POLRI telah inelakukan. upaya membela negara terutama yang berkaitan dengan ancaman yang menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat seperti kerusuhan, penyalahgunaan narkotika,  konflik komunal, dan sebagainya. Hal-hal tersebut jika dibiarkan akan menggangu keselamatan bangsa dan negara. 

Sekarang mari kita kaji contoh-contoh tindakan yang menunjukkan upaya membela negara, yang dilakukan warga negara selain. TNI dan. POLRI. Dilihat dari aspek historis perjuangan bangsa kita, terdapat beberapa contoh tindakan usaha pembela negara yang dilakukan komponen rakyat diantatanya:

  • Kelaskaran yang kemudian dikembangkan menjadi barisan cadangan pada periode perang. kemerdekaan ke I
  • Pada periode perang kemerdekaan ke-II ada organisasi Pasukan Gerilya Desa (Pager Desa) termasuk Inobilisasi pelajar (Mobpel) sebagai bentuk perkembangan dari barisan cadangan,
  • Pada tahun 1958 1960 muncul oganisasi. Keamanan Desa. (OKD) dan Organisasi Perlawanan Rakyat (OPR) yang merupalcan bentuk kelanjutan Pager Desa;
  • Pada tahun 1961 dibentuk Pertahanan sipil, perlawanan rakyat, 
  • Keamanan rakyat sebagai bentuk penyempurnaan dari OKD/ OPR Perwira Cadangan yang dibentuk sejak tahun 1963. 
  • Kemudian berdasarkan UURI Nomor 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia (telah diganti dengan UURI Nomor 3 Tahu.n 2002) ada organisasi yang disebut Rakyat Terlatih dan anggota Perlindungan Masyarakat (LINMAS). 

Selain itu, terdapat pula tindakan upaya membela nesgara yang dilakukan secara berencana melalui organisasi profesi, seperti antara Tim SAR untuk mencari dan menolong korban bencara alam, PMI, dan para medis.

Demikian pula menteri luar negeri dan utusannya yang rnemperjuangkan kasus Sipadan dan Ligitan rnerupakan contoh tindakan membela negara (keutuhan dan kedaulatan negara). Silahkan kalian baca kronologis "Lepasnya Pulau Sipandan dan Ligitan dari NKRI" . 

LEPASNYA PULAU SIPADAN DAN LIGITAN DARI NKRI
Pulau Sipadan dan Ligitan merupakan pulau kecil yang luasnya 23 hektar. Pulau Ligitan terdiri dari semak belukar dan pohon. Sementara itu, Sipadan merupakan pucuk gunung merapi di bawah permukaan laut dengan ketinggian sekitar 700 meter. Sampai 1980-an, dua pulau ini tak berpenghuni. 

Bagi Indonesia dan Malaysia, dua pulau ini punya arti penting, yakni batas tegas antardua negara. Sengketa pemilik Sipadan dan Ligitan sebenarnya sudah terjadi sejak masa kolonial antara pemerintah. Hindia Belanda dan Inggris. Pulau Sipadan pernah dimasukkan dalam Peraturan tentang Perlindungan Penyu (Turtle Preservation Ordinance) oleh pemerintah Inggris pada 1917. 

Keputusan ini ditentang pemerintah Hindia Belanda yang merasa memiliki pulau tersebut. Sengketa kepemilikan pulau itu tak kunjung reda, meski gejolak bisa teredam. Sengketa Sipadan dan Ligitan kembali muncul ke permukaan pada 1969. 

Sayang, tak ada penyelesaian tuntas sehingga kasus kembali mengambang. Pemerintah Indonesia - Malaysia akhirnya sepakat membawa kasus ini ke Mahkamah internasional (MI) pada tahun 1997. Dalam putusan MI yang jatuh pada 17 Desember 2002, Indonesia dinyatakan kalah. Untuk menghadapi sengketa ini Indonesia sampai menyewa lima penasihat hukum asing dan tiga peneliti asing untuk membuktikan kepemilikannya. 

Contoh Upaya dan Peran Serta Usaha Pembelaan Negara

Sayang, segala upaya itu mentah di depan 17 hakim MI. Malaysia dimenangkan oleh 16 hakim, sementara hanya 1 orang yang berpihak kepada Indonesia. Dari 17 hakim itu, 15 merupakan hakim tetap dari MI, sementara satu hakim merupakan pilihan Malaysia dan satu lagi dipilih oleh Indonesia.

Kemenangan Malaysia, kata Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda berdasarkarn pertimbangan efektivitas (effectivitee), yaitu pemerintah Inggris (penjajah Malaysia) telah melakukan tindakan administratif secara nyata berupa penerbitan peraturan perlindungan satwa burung, pungutan pajak terhadap pengumpulan telur penyu sejak tahun 1930, dan operasi mercusuar sejak 1960-an, Pemerintah Indonesia menyatakan rasa kecewa yang mendalam bahwa upaya yang dilakukan oleh empat pemerintahan Indonesia sejak tahun 1997.

Namun, kita berkewajiban untuk rnenghormati Persetujuan Khusus untuk bersama-sama mengajukan sengketa kedua pulau ini ke MI.pada 31 Mei 1997, Lepasnya. Pulau Sipadan dan Ligitan ini sebenarnya peringatan penting bagi pemerintah untuk lebih memperhatikan pulau-pulau kecil yang berserakan. Indonesia memiliki 17.506 pulau. Sebagian pulau sudah berpenghuni dan bernama. "Tapi masih banyak yang kosong dan tidak punya nama,". Yang paling mengkhawatirkan tentu saja pulau-pulau yang berbatasan dengan negara lain. 

Selain melalui kegiatan organisasi profesi, tindakan upaya membela negara dapat dilakukan melalui sekolah (khususnya melalui PKN) misalnya pembinaan sikap dan prilaku nasionalisme, patriotisme, dan membela kebenaran dan keyakinan pada Pancasila dan UUD 1945.

Demikianlah beberapa contoh sederhana yang menunjukkan tindakan upaya bela negara. Tentu saja masih banyak contoh lain. Silakan mencari contoh lain terutama yang berkaitan dengan ancaman non-tradisional (non-militer) yang dihadapi bangsa dan negara kita saat ini.