Daftar Peralatan Pengamatan Gejala Alam

Mikroskop merupakan alat yang digunakan untuk mengamati gejala alam yang berukuran ikedl (mikro). Untuk pengamatan di luar ruangan (di alam atau lapangan) biasanya kita dapat tare enggunakan beberapa alat bantu pengamatan, antara lain sebagai berikut.
 
  • Lup
Kaca pembesar (lup) adalah alat untuk membantu elakukan pengamatan benda-benda yang kecil (misalnya, serangga atau serbuk sari) agar tampak lebih besar dan lebih Jelas. Jika lup yang kamu gunakan belum diketahui jarak fokusnya, maka kamu dapat menentukan jarak fokus lup tersebut.

Caranya adalah dengan menghadapkan lup ke arah objek yang mendapat banyak cahaya dan letakkan layar (kertas putih) di belakang lup, gerakkan lup maju-mundur sampai tampak gambar objek paling jelas pada layar. Ukur jarak lup ke layar dengan penggaris, jarak tersebut adalah jarak fokus lup. 

  • pH Meter
pH meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur derajat keasaman cairan atau tanah tempat pengamatan dilakukan. Selain dengan pH meter, derajat keasaman dapat pula diukur dengan menggunakan kertas lakmus.

  • Termometer
Termometer merupakan alat untuk mengukur suhu. Di dalam termometer biasanya terdapat airan raksa atau alkohol yang berfungsi untuk menunjukkan tinggi rendahnya suhu. Termometer dibuat dalam berbagai bentuk untuk berbagai keperluan, seperti termometer maksimum-minimum yang digunakan untuk mengukur suhu udara sehari-hari, termometer ldinik yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh manusia dan hewan, dan termometer laboratorium yang digunakan untuk penelitian di laboratorium.

  • Teropong Binokular
Teropong binokular merupakan alat untuk mengamati benda yang letaknya jauh. Teropong ini biasanya digunakan pada pengamatan di lapangan, seperti pengamatan burung, pengamatan tingkah laku hewan, dan keadaan alam lainnya.
 
Daftar Peralatan Pengamatan Gejala Alam

  • Kamera
Kamera telah digunakan sejak lama oleh para peneliti untuk mengabadikan objek penelitiannya. Biasanya selain untuk keperluan penelitan, kamera juga digunakan untuk keperluan seni fotografi. Dengan kamera, bukti ilmiah penemuan suatu organisme atau kejadian alam dapat terlihat dengan jelas.
 
  • Kompas
Kompas digunakan sebagai alat bantu penunjuk arah untuk melakukan pengamatan di alam. Dengan menggunakan kompas, peneliti dapat mengetahui tujuan dan arah perjalanannya selama penelitian dilakukan.
 
  • Barometer
Barometer digunakan untuk memperoleh data sekunder dari penelitian, yaitu berupa data tekanan udara. Tekanan udara sangat menentukan analisis data primer yang didapat, seperti jenis tumbuhan dan hewan yang hidup pada tekanan udara tersebut.
 
  • Higrometer
Higrometer digunakan untuk mengukur kelembapan udara. A1at ini diletakan pada suatu tempat dan selanjutnya akan menunjukkan kelembapan udaranya.



Daftar Pustaka: Yudhistira