Definisi Pengertian Kompetisi dan Antibiosis

Definisi Pengertian Kompetisi dapat diartikan sebagai persaingan di antara malthluk hidup yang berada dalam suatu ekosistem karena adanya persamaan kebut-uhan hidup. Kompetisi terjadi karena terdapat habitatnya. lebih dari satu jenis makhluk hidup yang membutuhkan bahan yang sama dari lingkungan.

Dalam suatu ekosistem padang rumput, antara kelinci, kuda, sapi, kerbau, dan banteng terjadi kompetisi untuk mendapatkan rumput sebagal makanan mereka. Demikian pula dengan sebidang tanah kebun yang ditumbuhi oleh rumput gajah, rumput teki, dan ilalang. 

Di antara ketiga jenis rumput tersebut terjadi kompetisi untuk mendapatkan air, zat-zat, mineral, gas 02, gas CO2, dan ruang untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Amatilah Gambar 7.23 

Simbiosis dan kompetisi merupakan contoh-contoh pola interaksi organisme. Baik secara langsung maupun tidak langsung, makhluk yang ada di dunia ini selaiu berinteraksi dengan lingkungan tempat hidupnva Dalam interaksi tersebut, ada yang bersifat netral, ada yang saling menguntungkan, tetapi ada pula yang merugikan. 

Bagaimanakah interaksi yang terjadi di antara makhluk hidup dengan lingkungannya? Apakah keuntungan dan kerugian bagi kehidupan manusia? Untuk mencari jawabannya, lakukanlah Kerja Siswa 7.3!

Apabila dihubungkan dengan ekosistem, maka simbiosis dan kompetisi mempunyai peran yang besar dalam menjamin terciptanya keseimbangan ekosistem. Dengan terciptanya keseimbangan ekosistem setiap makhluk yang ada di dalamnya dapat melaksanakan kehidupan dengan baik.

Definisi Pengertian Kompetisi dan Antibiosis

Jika ditinjau dari sekian banyak interaksi makhluk hidup yang terjadi di dalam suatu ekosistem, terdapat interaksi sangat khas dan berbeda dari seluruh interaksi yang ada. Interaksi yang dimaksud adalah antibiosis. Secara umum, antibiosis diartikan sebagai cara hidup bersama antara dua jenis makhluk hidup yang berbeda spesies dan makhluk hidup yang satu menghambat pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup lain. 

Prinsip ini dimanfaatkan oleh para ahli kedokteran untuk melakukan pengobatan terhadap suatu penyakit. Sejalan dengan  kemajuan dan perkembangan ilmu kedokteran, terciptalah obat antibiotik. Obat yang mengandung zat antibiotik ini terbukti sangat manjur untuk membantu mengobati suatu penyakit, terutama yang disebabkan oleh inteksi bakteri.

Sebagai contoh jamur Penicillium notatum dapat menghasilkan zat antibiotik peizisilin. Dengan kemampuannva membentuk penisilin, jamur ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri atau jamur lain yang hidup bersamanya. Obat antibiotik yang lain, antara lain aureomisin, streptomisin, dan tetrasiklin.



Daftar Pustaka: Yudhistira