Kebijakan Dorongan Moral dalam Penerapan Batas Maksimum Pemberian Kredit

Bank sentral menetapkan batas maksimum pemberian kredit kepada nasabahnya. Misalnya, 80% dari nilai-nilai surat berharga yang dibeli oleh pedagang surat-surat berharga dibiayai dengan dana sendiri. Sementara 20% sisanya, dibiayai dengan cara meminjam dana dari bank. 

Jika jumlah uang beredar melebihi kemampuan ekonomi, bank dapat menaikkan batas maksimum pemberian kredit. Sebaliknya, jika jumlah uang beredar kurang, maka bank sentral menurun-kan batas maksimum pemberian kredit.

Kebijakan ini dilakukan oleh Bank Indonesia selaku bank sentral untuk meminta atau menghimbau bank-bank yang ada untuk mempertimbangkan berbagai kondisi dan situasi mikro setiap bank dalam menyusun rencana kreditnya. 

Kebijakan dorongan moral ini pada dasarnya dijalankan oleh bank sentral agar perbankan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit, namun dengan tetap memberikan kebebasdn bagi perbankan untuk tumbuh dan berkembang berdasarkah mekanisme pasar. 

Bank sentral dapat juga menggunakan media massa dengan cara melakukan pidato, pengumuman, atau surat edaran, agar setiap lembaga moneter dan individu yang dituju dapat bersikap sesuai dengan kehendak penguasa monater. Meskipun bank sentral memiliki perangkat untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar, tidak selamanya perangkat ini dapat bekerja dengan sempurna. Dua masalah sebagai berikut dapat terjadi. 

1. Bank sentral tidak dapat mengendalikan jumlah uang yang dipegang rumah tangga dalam bentuk simpanan deposito di bank. Bila semakin banyak masyarakat yang menyimpan dalam bentuk deposito di bank, maka akan semakin besar cadangan yang dimiliki bank. 

Pada akhirnya, akan semakin besar kemampuan perbankan dalam menciptakan uang. Demikian pula sebaliknya, jika semakin sedikit dana masyarakat yang disimpan di bank, maka akan semakin kecil cadangan bank hingga akhirnya menurunkan kemampuan bank untuk menciptakan uang. 

Mengapa hal ini bisa sampai terjadi? Andaikan suatu hari masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap sistem perbankan sehingga kemudian memutuskan untuk menarik simpanan mereka di bank dan memilih menyimpannya sendiri dalam bentuk uang tunai.

Kebijakan Dorongan Moral dalam Penerapan Batas Maksimum Pemberian Kredit

Kalau hal ini sampai terjadi, maka perbankan akan kehilangan cadangan dan kemampuan untuk menciptakan uang akan jauh berkurang. Dalam kasus ini, jumlah uang yang beredar di dalam masyarakat akan berkurang tanpa bantuan dari bank sentral. 

2. Bank sentral tidak dapat mengatur secara langsung para bankir dalam memutuskan berapa banyak pinjaman yang hendak mereka salurkan. Uang yang disimpan di bank baru akan menciptakan uang bila uang tersebut disalurkan sebagai pinjaman atau kredit. 

Namun, bank juga dapat mengeluarkan keputusan untuk mengurangi penyaluran kredit sehingga pada akhirnya akan memperbesar cadangan yang jauh lebih banyak daripada cadangan yang ditetapkan oleh bank sentral. Kondisi inilah yang disebut cadangan berlebihan (excess reserve). 

Hal ini dapat terjadi jika para banker bersikap hati-hati dalam menghadapi situasi eko-nomi yang ada sehingga mereka lebih suka untuk mengurangi kredit dan menyimpan lebih banyak cadangan. Sebagai akibat keputusan ini, jumlah uang yang beredar bisa turun dengan sendirinya tanpa ada campur tangan dari bank sentral.




Daftar Pustaka: PT. Phibeta Aneka Gama