Klasifikasi Berbagai Peninggalan Sejarah di Indonesia

Klasifikasi atau pengelompokan berbagai jenis peninggalan sejarah bertujuan agar kita lebih mudah memahami peninggalan sejarah tersebut. Klasifikasi peninggalan sejarah dikelompokan berdasarkan wujudnya. Berdasarkan wujudnya peninggalan sejarah dapat dibedakan menjadi peninggalan sejarah berwujud bangunan dan berwujud karya sastra. 

Peninggalan Sejarah Berwujud Bangunan


A. Candi 

Peninggalan sejarah dari zaman dahulu yang masih ada hingga sekarang hanyalah bangunan dari batu dan bata. Bangunan ini sangat erat hubungannya dengan keagamaan. Bangunan ini biasa disebut candi, Kata candi berasal dari salah satu nama untuk Durga sebagai Dewi maut, yaitu Candika. 
 
Candi memang bangunan yang diperuntukkan bagi orang yang telah wafat khusus para raja dan orang-orang terkemuka, yang dikuburkan di dalam candi biasanya bermacam-macam benda berharga dan sesajian. Candi sebagai tem.pat pemakaman hanya terdapat dalam agama Hindu.

Sedangkan dalam agama Buddha candi digunakan sebagai tempat pemujaan dewa. Candi di lndonesia dapat di bagi menjadi tiga jenis corak, yaitu candi dengan corak Jawa Tengah Utara, candi dengan corak Jawa Tengah Selatan, dan candi dengan corak Jawa Timur termasuk corak Bali dan Sumatra. 

  • Beberapa contoh candi yang bercorak Jawa Tengah Utara:
1. Candi Gunung Wukir, dekat Magelang (Jawa Tengah).
2. Candi Dieng, Dieng (Jawa Tengah).
3. Candi Gedong Songo, di lereng Gunung Ungaran (Jawa Tengah)

  • Beberapa contoh candi yang bercorak Jawa Tengah Selatan.
1. Candi Kalasan, Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta).
2. Candi Sari, Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta).
3. Candi Borobudur, Kabupaten Magelang (Jawa Tengah).
4. Candi Mendut, Kabupaten Magelang (Jawa Tengah).
5. Candi Sewu, Kabupaten Klaten (Jawa Tengah).
6. Candi Plaosan, Kabupaten Klaten (Jawa Tengah).
7. Candi Loro Jonggrang, Kabupaten Sleman (Yogyakarta). 

  • Beberapa contoh candi yang bercorak Jawa Timur.
1. Candi Kidal, Kabupaten Malang (Jawa Timur).
2. Candi Jago, Kabupaten Malang (Jawa Timur).
3. Candi Singasari, Kabupaten Malang (Jawa Timur).
4. Candi Panataran, Kabupaten Blitar (Jawa Timur).
5. Candi Jabung, Kabupaten Probolinggo (Jawa Timur).
6. Candi Muara Takus, dekat kota Pekanbaru (Riau).
 
B. Prasasti  

1) Kerajaan Kutai (awal abad VMasehi) Terletak di tepi Sungai Mahakam, Provinsi Kalimantan Timur. 

Prasasti ini disebut Prasasti Muara Kaman, atau Prasasti Mulawarman terdiri dari 7 buah Yupa, ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan huruf Pallawa. Rajanya bernama Mulawarman beragama Hindu. Ayahnya bernama Aswawarman dan kakeknya bernama Kundungga.

2) Kerajaan Tarumanegara (pertengahan abad V Masehi) Terletak di daerah Bogor, Provinsi Jawa Barat.
 
a. Prasasti Ciaruteun
b. Prasasti Kebon kopi
c. Prasasti Jambu
d. Prasasti Pasir Awi
e. Prasasti Muara Cianten
f. Prasasti Tugu
g. Prasasti Lebak
 
3) Kerajaan Sriwijaya (abad VII'Masehi) Terletak di daerah sekitar Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. 

a. Prasasti Kedukan Bukit d. Prasasti Karang Berah
b. Prasasti Talang Tuo
e. Prasasti Palas Pasemah
c. Prasasti Telaga Batu
f. Prasasti Kota Kapur
 
4) Kerajaan Mataram Hindu (abad Vill dan IX Masehi) Terletak di wilayah Jawa Tengah, prasasti ini peninggalan dari Kerajaan Mataram yang beragama Hindu. Prasastinya adalah sebagai berikut.
 
a. Prasasti Canggal, dengan rajanya Raja Sanjaya.
b. Prasasti Kalasan, dengan rajanya Raja Rakai Panangkaran. 
c. Prasasti Kedu, dengan rajanya Raja Balitung.
 
5) Kerajaan di Kanjuruhan (abad III Masehi) Terletak di dekat Malang, Provinsi Jawa Timur, prasasti ini disebut dengan Prasasti Dinoyo. 

C. Patung
 
1) Patung Brahma
2) Patung Wishnu
3) Patung Syiwa
4) Patung Buddha
5) Patung Prajnaparamita
6) Patung Putri Suhita
7) Ganesha
8) Patung Loro Jonggrang
 
D. Seni Relief 

1) Relief pada Candi Borobudur.
2) Relief pada Candi Loro Jonggrang.
3) Relief pada candi Jago.
4) Relief pada candi Panataran.
 
Klasifikasi Berbagai Peninggalan Sejarah di Indonesia

E. Karya Sastra 

Peninggalan sejarah yang berupa hasil karya sastra ditulis oleh para pujangga atau sastrawan pada masa lalu. Peninggalan sejarah berupa karya sastra dapat dikelompokkan menurut waktu perkembangannya.
 
a. Zaman Mataram (sekitar abad ke-9 dan 10 Masehi)
  • Kitab Ramayana karangan Mpu Walmiki.
  • Kitab Mahabhrata karangan Mpu Wyasa Kresna Dwipayana.

b. Zaman Kediri (sekitar abad dan 12 Masehi)
  • Arjunawiwaha karangan Mpu Kanwa.
  • Krisnayana karangan Mpu Triguna.
  • Bharatayuddha karangan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh.
  • Sumanasantaka karangan Mpu Monagua.
  • Smaradhana karangan Mpu Darmaja.
  • Harimangsa karangan Mpu Panuluh.
  • Gatotkacacraya karangan Mpu Panuluh.
  • Urtasancaya karangan Mpu Tanakung.
  • Jubdhaka karangan Mpu Tanakung.

c. Zaman Majapahit I (sekitar abad ke-14 Masehi)
  • Negarakertagama karangan Mpu Prapanca.
  • Sutasoma karangan Mpu Tantular.
  • Arjunawijaya karangan Mpu Tantular.

d. Zaman Majapahit II (sekitar abad ke-15 dan 16 Masehi) Karya sastra pada zaman ini berkembang tanpa diketahui pengarangnya. Karya sastra tersebut antara lain sebagai berikut.
 
  • Tantu Panggelaran
  • Calon Arang
  • Korawacrama
  • Bubhuksah
  • Pararaton
  • Sundayana
  • Panji Wijayakrama
  • Rangga Lawe
  • Sorandaka
  • Pamancangah
  • Usana Jawa
  • Usana Bali
  • Tantri Kamandaka 


Daftar Pustaka: Yudhistira