Kronologi Perang Dunia II di Asia Pasifik dan Pendudukan Militer Jepang di Indonesia

Pada bulan Desember 1941, Jepang melibatkan diri dalam Perang Dunia II di Asia Pasifik. Keikutsertaan Jepang dalam Perang Dunia II disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut. 

1. Imperialisme Jepang berusaha menguasai seluruh Asia.

2. Jepang ingin menggantikan kedudukan dan peranan negara-negara Barat di Asia sehingga disegani oleh dunia. 

3. Jepang merasa lebih kuat dibandingkan kekuatan bersama negara-negara Barat di Asia. 

4. Kemenangan Jerman yang gemilang di Eropa menyebabkan merosotnya kekuatan negara-negara Sekutu sehingga meyakinkan Jepang untuk menguasai Asia. Serangan Jepang atas pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour, Hawai menyebabkan negara sahabat Amerika Serikat, seperti Inggris, Prancis, dan Belanda yang menguasai Asia Tenggara, menyatakan perang terhadap Jepang. 

Jepang melancarkan serangan kilat ke wilayah Asia Tenggara. Dalam waktu singkat, Jepang berhasil mendesak bangsa Barat dari Asia Tenggara dan menguasai wilayah di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

Indonesia yang pada masa itu di bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda juga menjadi sasaran serbuan pasukan Jepang. Hanya dalam waktu tiga bulan, pertahanan Belanda dihancurkan Jepang. Pada tangga18 Maret 1942 Jenderal Ter Poorten dan Gubernur Jenderal Tjarda menyerah tanpa syarat kepada Jenderal Immamura di Lapangan Terbang Kalijati (Bandung). Dengan demikian, berakhirlah penjajahan Belanda atas Indonesia yang berlangsung tiga setengah abad. Jepang menggantikan kedudukan Belanda di Indonesia sampai akhir Perang Dunia 


Tujuan Jepang melakukan serbuan dan pendudukan atas Indonesia, antara lain sebagai berikut: 

1. menjadikan Indonesia sebagai basispertahanan terdepan di Pasifik; 

2. menjadikan Indonesia sebagai tempat memperoleh sumber bahan mentah bagi industri perangnya; 

3. melakukan eksploitasi secara besar-besaran terhadap sumber kekayaan alam Indonesia dan sumber tenaga manusia untuk kepentingan perang menghadapi Sekutu. Setelah berkuasa, Jepang membagi Indonesia menjadi tiga wilayah pemerintahan militer. 

1. Wilayah Militer I, meliputi Jawa dan Madura yang disebut Jawa Gunseibu. Wilayah Militer I diperintah oleh Angkatan Daratyang berpusat di Jakarta (Tentara Keenam Belas); 

2. Wilayah Militer II, meliputi Sumatera seluruhnya. Wilayah Militer II diperintah oleh Angkatan Darat (Rigukun) yang berpusat di Bukittinggi (Tentara Kedua Puluh Lima); 

3. Wilayah Militer III, meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku. Wilayah Militer III diperintah oleh Angkatan Laut (Kaigun) yang berpusat di Makassar (Armada Selatan Kedua). Seluruh Asia Tenggara berada di bawah Komando Panglima Tentara Umum Selatan yang berpusat di Dalat, Saigon (Vietnam).

Daftar Pustaka : Tiga Serangkai Pustaka Mandiri