Kronologi Sejarah Pergerakan Nasionalisme di Filipina

Nasionalisme Filipina lahir dari upaya membebaskan diri dari imperialisme Spanyot dan Amerika Serikat.  Gerakan nasionalisme Filipina ditujukan kepada penjajah Spanyol. Nasionalisme di negeri ini dirintis oleh para mahasiswa di Manila. Pada tahun 1880, mereka mendirikan gerakan gelap yang dinamakan Companerismo (Persahabatan).

Gerakan ini berupaya menggalang patriotisme di kalangan rakyat Filipina. Tokoh berikutnya adalah Jose Rizal, seorang dokter sekaligus filsuf dan sastrawan. Pada tahun 1892, ia membentuk gerakan gelap Liga Filipina, yang bertujuan mempersatukan seluruh Filipina untuk menentang ketidakadilan pemerintah kolonial Spanyol.

Ia sempat ditangkap karena mengkritik pedas gereja dan pemerintah kolonial melalui bukunya Noli Me Tangere (Jangan Sentuh Aku). Tidak lama setelah dibebaskan, ia kembali ditangkap atas tuduhan terlibat dalam Pemberontakan Katipunan pada tahun 1896. Kali ini ia dihukum mati.

Pada tahun 1898, meletuslah Perang Amerika-Spanyol. Dengan bantuan tokoh nasionalis Emi.lio Aquinaldo, Spanyol dapat diusir dari Filipina. Pada tanggal 12 Juni di tahun yang sama, kemerdekaan Filipina diproklamasikan, dan Aquinaldo menjadi presiden.

Akan tetapi, proklamasi itu dibatalkan oleh AS. Perjuangan melawan imperialisme AS pun dimulai. Dua tahun 1amanya. Aquinaldo beserta rakyat berupaya mengusir AS dari bumi Filipina. Namun, pada tahun 1901 pemimpin itu dapat ditangkap.

Kronologi Sejarah Pergerakan Nasionalisme di Filipina

Selama berkuasa, AS memberi kesempatan orang Filipina berperan serta dalam pemerintahan. Pada tahun 1907, dibentuk Philipine Assembly (DPR Filipina), yang memegang kekuasaan legislatif, dan Philipine Comission, yang menjalankan kekuasaan eksekutif. Sembilan tahun berikutnya, Philipine Comission dibubarkan, dan digantikan oleh Senat.

Berarti, Filipina sudah memiffiki otonomi pemerintahan. Akan tetapi, nasionalisme Filipina masih bergejolak. Otonomi yang diberikan AS itu dirasa belum memuaskan. Pada tahun 1919, delegasi Filipina yang dipimpin oleh Manuel Quezon menuntut kemerdekaan penuh atas negeri itu.

Pada tahun 1934, pemerintah AS memberikan status dominion (commonwealth) kepada Filipina. Status ini merupakan masa peralihan menuju kemerdekaan. Masa peralihan itu berlaku selama 12 tahun. Setelah Perang Dunia II selasai, AS menepati janjinya. Pada tanggal 4 Juli 1946, Filipina menjadi negara republik merdeka, dengan Manuel Roxas, sebagai presiden pertama.


Daftar Pustaka : Erlangga