Membandingkan Gejala Nasionalisme Asia Afrika dengan Indonesia

Apabila kita membandingkan gejala nasionalisme di Asia dan Afrika dengan nasionalisme di Indonesia, akan diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Nasionalisme lahir sebagai reaksi terhadap imperialisme Barat. Lahirnya nasionalisme turut ditentukan oleh berkembangnya paham demokrasi dan liberalisme modern.

2. Gerakan nasionalisme dirintis oleh kaum terpelajar. Tampak di sini, peranan pendidikan modern sebagai wadah pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara.

3. Gerakan nasionalisme mengandung tuntutan kemerdekaan penuh, yang didukung oleh segenap rakyat. 

Tampak di sini, gerakan nasionalisme menggalang persatuan dan kesatuan di kalangan rakyat negeri yang bersangkutan. Dalam hal ini, gerakan. nasionalisme Indonesia memiliki keunikan tersendiri, karena para pemuda memegang peranan sentral dalam penggalangan persatuan dan kesatuan tersebut, yakni dalam Sumpah Pemuda 1928.

4.Perjuangan nasionalisme mencapai kemerdekaan menempuh dua cara, yaitu kooperasi dan nonkooperasi. Di Turki, dan Mesir, perjuangan memuncak dalam suatu kudeta militer.

5.Perjuangan nasionalisme membuahkan hasil kemerdekaan.

Di sini kita menemukan dua gejala, yakni kemerdekaan melalui revolusi dan kemerdekaan melalui masa peralffian. Di negara jajahan Anglo-Sakson (Inggris dan AS), kemerdekaan negara, seperti India dan Filipina, melalui proses peralihan berupa adanya badan perwakilan yang otonom dan status sebagai dominion. 

Membandingkan Gejala Nasionalisme Asia Afrika dengan Indonesia

Masa peralihan ini membuat negara bersangkutan benar-benar siap menyelenggarakan kemerdekaannya. Di Turki dan Mesir, memang terjadi revolusi, tetapi bukan revolusi kemerdekaan, melainkan perubahan politik dalam negeri atau bentuk kenegaraan. Alasannya, revolusi itu ditujukan pada pemerintahan lama yang dianggap tidak berjalan. 

Sedangkan di Indonesia, perjuangan mencapai kemerdekaan menempuh jalan lebih berat. Penjajah, baik Belanda maupun Jepang, pada prinsipnya tidak membawa bangsa Indonesia pada kesiapan politik menyambut kemerdekaannya. 

Dengan kata lain, bangsa Indonesia harus berjuang sendiri. Itulah sebabnya, peristiwa berhasilnya nasionalisme Indonesia meraih kemerdekannya merupakan revolusi kemerdekaan dalam artinya yang utuh.


Daftar Pustaka: Erlangga