Pengaruh Kepadatan Populasi terhadap Kerusakan Lingkungan

Manusia banyak menggunakan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Penggunaan sumber daya alam terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah populasi manusia. Akibatnva terjadi eksplorasi yang berlebihan terhadap sumber daya alam. 

Hal ini mengakibatkan berkurangnya sumber daya alam. Selain itu, eksplorasi sumber daya alam yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti pencemaran, banjir, dan lahan kritis. 

Penggunaan teknologi dalam pengolahan sumber daya alam akan mengubah tata lingkungan yang berupa berkurangnva sumber air tanah, penggundulan hutan, dan punahnya berbagai spesies makhluk hidup. 

Berkurangnya sumber air tanah diakibatkan karena pemakaian air yang semakin meningkat. Bertambahnya jumlah populasi manusia telah memaksa manusia mencari lahan baru untuk dijadikan pemukiman. Akibatnva, banyak hutan-hutan yang digunduli sehingga sumber air pun berkurang.

Penggundulan hutan berakibat tanah tidak dapat menahan air hujan sehingga dapa: menyebabkan tanah longsor dan banjir. Banjir tidak hanya menimbulkan erosi, tetapi juga menyebabkan matinya berbagai spesies makhluk hidup. Jika hal tersebut terus beriangsung maka bumi ini akan kehilangan banyak spesies yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. 
 
Pengaruh Kepadatan Populasi terhadap Kerusakan Lingkungan

Upaya pelestarian lingkungan hidup berkaitan erat dengan upaya pelestarian sumber daya alam. Upaya pelestarian lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata melainkan juga menjadi tanggung jawab kita semua. 

Agar perhatian kita terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup tetap terjaga, setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Pada tingkat internasional, peringatan hari lingkungan hidup sedunia ditandai dengan pemberian penghargaan Globai 500 yang diprakarsai oleh salah satu badan PBB yang mengurus program lingkungan, yaitu UNEP (United Nation Environment Prograrn). Beberapa usaha yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut. 

  • Berusaha mengubah lingkungan yang kritis menjadi lingkungan yang subur. Misalnya, reboisasi dan pembersihan aliran sungai dari sampah atau limbah lainnya.
  • Aktif menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup. Misalnya, tidak membuang sampah sembarangan atau tidak mencoret-coret pepohonan di taman. 


Daftar Pustaka: Yudhistira